16 Maret 2008

Tiga Kenikmatan

Pak Sadru, seorang perantau yang kerjanya berjualan sate di Jakarta. Ia hanya sempat pulang ke Madura dua kali dalam setahun. Istrinya tinggal di Madura karena harus mengurus orang tuanya yang sudah uzur dan sakit-sakitan. Seorang perantau lain yang datang ke Jakarta bersama seluruh anggota keluarganya, bertetangga dengan Pak Sadru. Pada suatu ketika, orang itu berkunjung ke rumah Pak Sadru. Mereka saling mengutarakan pengalaman dan keadaan penghidupannya masing-masing. Di samping ngobrol tentang suka dukanya menjadi perantau.
"Nikmat apa yang Anda dapatkan di sini kalau istri dan anak-anak Anda masih tinggal jauh di kampung?" tanya tamu itu.
"Justru karena kami berpisah berjauhan, saya dapat merasakan tiga kenikmatan,"jawab Pak Sadru.
"Apa saja tiga macam kenikmatan itu?"
"Pertama, nikmatnya air mata perpisahan ketika saya hendak meninggalkan mereka. Kedua, air mata kerinduan ketika berada di rantau seperti sekarang ini. Yang ketiga, air mata pertemuan ketika saya pulang nanti. Ketiga macam nikmat seperti itu tidak mungkin Anda rasakan, karena Anda merantau bersama keluarga."

Sumber: Sate Madura


[+/-] Selengkapnya...

Nasruddin Hoja: Cara Membaca Buku

Seorang yang filosof dogmatis sedang meyampaikan ceramah. Nasrudin mengamati bahwa jalan pikiran sang filosof terkotak-kotak, dan sering menggunakan aspek intelektual yang tidak realistis. Setiap masalah didiskusikan dengan menyitir buku-buku dan kisah-kisah klasik, dianalogikan dengan cara yang tidak semestinya.

Akhirnya, sang penceramah mengacungkan buku hasil karyanya sendiri. nasrudin segera mengacungkan tangan untuk menerimanya pertama kali. Sambil memegangnya dengan serius, Nasrudin membuka halaman demi halaman, berdiam diri. Lama sekali. Sang penceramah mulai kesal.

"Engkau bahkan membaca bukuku terbalik!"

"Aku tahu," jawab Nasrudin acuh, "Tapi karena cuma ini satu-satunya hasil karyamu, rasanya, ya, memang begini caranya mempelajari jalan pikiranmu."

[+/-] Selengkapnya...

15 Maret 2008

Baca Harry Potter

Tak ada yang lebih menyenangkan bagiku untuk menghabiskan waktu luang kecuali dengan membaca. Ya, hari ini hari sabtu hari libur kerja dan aku punya waktu yang benar-benar bebas dari tekanan pekerjaan yang memusingkan. Sebenarnya sehabis subuhan tadi pagi aku berencana lari pagi, ternyata langit mulai menggelegar dengan kilatan-kilatan cahayanya yang mengerikan dan bisa ditebak kemudian hujan mulai meluncur, meski cuman rintik-rintik aku berpikir bisa membuatku basah kuyup dan kedinginan kalau aku memaksa untuk lari pagi.

Dengan sedikit malas aku menyambar novel Harry Potter seri terakhir yang baru kumulai kubaca kemaren jumat. Novel setebal 999 halaman itu kupinjam dari temenku, karena aku bulan ini memang tak punya cukup sisa uang untuk membelinya. Perlahan kubaca halaman yang pernah kutandai pada hari jumat sebelum tidur, akupun mulai terlena dalam alur cerita yang seru, menegangkan dan penuh teka-teki. Bahkan saking terlenanya aku tak menyadari bahwa jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB dan aku belum sarapan, rasanya perutku mulai berbunyi mencicit seakan meminta untuk diisi. Karena aku merasa malas harus pergi ke warung untuk membeli makanan, kupikir mending aku mencegat tukang bakso ato apa yang sedang lewat depan rumah. 15 menit sudah tak kunjung datang, kebetulan Son sedang akan keluar ke warung dan akupun titip untuk membelikan sarapan pagiku.

Setelah sarapan selesai waktu dhuhur datang, sekalian saja aku istirahat dan sholat. Kembali aku melanjutkan acaraku membaca, dan pada akhirnya tepat adzan maghrib selesai sudah kulahap seluruh bagian isi novel itu, lega rasanya. Kurasa novel HP7 ini lebih seru dan lebih mengasyikkan ketimbang yang seri yang sebelumnya, banyak adegan seru dan menegangkan, terlebih akhir dari novel menceritakan konspirasi yang cukup rapi untuk memenangkan suatu pertarungan. Thank's Maman, kau telah pinjamkan novelmu untuk mengisi hari sabtuku yang membosankan.


[+/-] Selengkapnya...

14 Maret 2008

Warna

Jika aku ditanya warna apa yang kusuka?, tentu aku menjawab warna hijau dan biru. Kenapa hijau? karena hijau menyegarkan seperti dedaunan segar yang dihembus embun pagi. Biru mencerahkan seperti langit di siang hari yang cerah. Meski aku akui aku tak seberapa mengerti tentang warna, dan itupun hanya deskripsi menurut diriku sendiri. Beberapa orang bahkan meyakini bahwa setiap warna memiliki simbol tersendiri yang unik, seperti warna merah itu berani seperti api yang meletup-letup. Warna putih itu suci dan bersih seperti butiran salju atau selembut kapas. Warna hitam berarti kesedihan, kegelapan dan kengerian. Aku suka warna hijau dan biru bukan berarti aku tidak suka warna yang lain, karena aku tahu bahwa di manapun aku berada selalu bersama warna-warni yang beraneka ragam, bahkan gabungan beberapa warna yang banyak menciptakan warna pelangi yang indah.

Warna yang mudah dikenal oleh banyak orang mungkin sekedar warna yang terlihat pada pelangi, yakni Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U dan Hi-Pu (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Hitam dan Putih). Terkadang banyak orang mendeskripsikan warna merah yang agak terang tetap dianggap warna merah saja, padahal perubahan sepersekian degradasi akan menimbulkan sensasi warna berbeda. Aku tak akan menjelaskan bagaimana warna itu tercipta karena aku bukan ahli fisika, sedikit yang kutahu bahwa warna terjadi karena spektrum tertentu yang disebabkan adanya sinar putih, meski begitu tergantung juga adanya pigmen pada suatu benda. Karenanya warna tidak akan terlihat ketika cahaya benar-benar tak ada sama sekali. Karena keterbatasan asosiasi kita terhadap warna, kita menyebutnya dalam 9 warna saja.

Jika kita bermain-main warna dengan komputer tentu kita tahu bahwa dalam suatu desain grafis warna dinyatakan dalam kode hexa 6 digit dari #000000 s/d #FFFFFF, dimana nilai #000000 adalah warna paling gelap (hitam) dan #FFFFFF adalah warna paling terang(putih). Jadi dalam komputer kita mengenal sebanyak 16^6 yang berarti sebanyak 16.777.216 warna, bayangkan begitu banyaknya. Meski begitu, umumnya dalam pilihan warna cube hanya disebutkan 255 warna saja, karena mungkin dengan perubahan 1 angka gradasi tidak terlalu mencolok perbedaanya. Kombinasi warna merupakan gabungan 3 warna primer yakni RGB (Red-Green-Blue), tapi ini berlaku untuk gabungan warna yang berasal dari suatu sinar cahaya langsung. Akan berbeda jika kita menginginkan mencetak suatu hasil desain, tentu tak akan ada warna tinta Blue yang ada justru warna Yellow. Karena itu umumnya untuk standar desain yang tampil di layar monitor adalah RGB, akan tetapi untuk printing (cetakan) digunakan stadar CMYK (Cyan-Magenta-Yellow-Black). Lah terus apa pengaruhnya? tentu saja berpengaruh, ketika kita mencoba mendesain dengan layar monitar CRT kita, akan tetapi ketika dicetak tidak benar-benar sama persis. Bahkan, ketika kita menggunakan layar LCD atau monitor CRT yang sedikit buram karena IC RGB-nya rusak, sedikit warna akan betul-betul berbeda dengan hasil printing-nya.

Menurut pengalamanku, saat akan mendesain atau mengolah suatu image (gambar) yang akan hanya ditampilkan di layar monitor, semisal mendesain untuk website, flash profile atao animasi komputer tentu penggunaan warna RGB lebih baik. Sedangkan jika aku bermaksud mencetak ke atas kertas akan mengubah standarnya menjadi CMYK, meski tetap ada perbedaan warna dari layar monitor dengan hasil cetakan, akan tetapi sedikit lebih baik ketimbang ketika menggunakan standar RGB. Umumnya ketika aku mendesain web aku menggunakan Adobe Photosop, dan ketika harus mendesain cetakan aku menggunakan CorelDraw, karena yang kubisa hanya tools ini hehe... , Umumnya tools yang berbasis iamge pixel lebih baik digunakan untuk pengolah gambar untuk layar monitor, dan tools yang berbasis vektor lebih cocok untuk hasil cetakan.

Bagaimanapun, warna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Dengan warna-warni yang berbeda dan berkombinasi akan menciptakan suasana yang artistik dan menyenangkan.

[+/-] Selengkapnya...

Ibnu Sina

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Beliau juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah "Bapak Pengobatan Modern" dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak diantaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu." pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Kehidupannyan dikenal lewat sumber - sumber berkuasa. Suatu autobiografi membahas tiga puluh tahun pertama kehidupannya, dan sisanya didokumentasikan oleh muridnya al-Juzajani, yang juga sekretarisnya dan temannya.

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di rumah ibunya Afshana, sebuah kota kecil sekarang wilayah Uzbekistan (bagian dari Persia). Ayahnya, seorang sarjana terhormat Ismaili, berasal dari Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah Afghanistan (dan juga Persia). Dia menginginkan putranya dididik dengan baik di Bukhara.

Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina independen dengan memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa, yang mengizinkannya menyusul para gurunya pada usia 14 tahun.

Ibn Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera membuatnya menjadi kekaguman diantara para tetangganya; dia menampilkan suatu pengecualian sikap intellectual dan seorang anak yang luar biasa kepandaiannya / Child prodigy yang telah menghafal Al-Quran pada usia 5 tahun dan juga seorang ahli puisi Persia. Dari seorang pedagan sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia memulai untuk belajar yang lain dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian dari merawat orang sakit dan mengajar anak muda.

Meskipun bermasalah besar pada masalah - masalah metafisika dan pada beberapa tulisan Aristoteles. Sehingga, untuk satu setengah tahun berikutnya, dia juga mempelajari filosofi, dimana dia menghadapi banyak rintangan. pada beberapa penyelidikan yang membingungkan, dia akan meninggalkan buku - bukunya, mengambil air wudhu, lalu pergi ke masjid, dan terus sholat sampai hidayah menyelesaikan kesulitan - kesulitannya. Pada larut malam dia akan melanjutkan kegiatan belajarnya, menstimulasi perasaannya dengan kadangkala segelas susu kambing, dan meskipun dalam mimpinya masalah akan mengikutinya dan memberikan solusinya. Empat puluh kali, dikatakan, dia membaca Metaphysics dari Aristoteles, sampai kata - katanya tertulis dalam ingatannya; tetapi artinya tak dikenal, sampai suatu hari mereka menemukan pencerahan, dari uraian singkat oleh Farabi, yang dibelinya di suatu bookstall seharga tiga dirham. Yang sangat mengagumkan adalah kesenangannya pada penemuan, yang dibuat dengan bantuan yang dia harapkan hanya misteri, yang mempercepat untuk berterima kasih kepada Allah SWT, dan memberikan sedekah atas orang miskin.

Dia mempelajari kedokteran pada usia 16, dan tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit, melalui perhitungannya sendiri, menemukan metode - metode baru dari perawatan. Anak muda ini memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan pada usia 18 tahun dan menemukan bahwa "Kedokteran tidaklah ilmu yang sulit ataupun menjengkelkan, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya cepat memperoleh kemajuan; saya menjadi dokter yang sangat baik dan mulai merawat para pasien, menggunakan obat - obat yang sesuai." Kemasyuran sang fisikawan muda menyebar dengan cepat, dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta bayaran.

Pekerjaan pertamanya menjadi fisikawan untuk emir, yang diobatinya dari suatu penyakit yang berbahaya. Majikan Ibnu Sina memberinya hadiah atas hal tersebut dengan memberinya akses ke perpustakaan raja Samanids, pendukung pendidikan dan ilmu. Ketika perpustakaan dihancurkan oleh api tidak lama kemudian, musuh - musuh Ibnu Sina menuduh din oa yang membakarnya, dengan tujuan untuk menyembunyikan sumber pengetahuannya. Sementara itu, Ibnu Sina membantu ayahnya dalam pekerjaannya, tetapi tetap meluangkan waktu untuk menulis beberapa karya paling awalnya.

Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal.Samanid dynasty menuju keruntuhannya pada Desember 1004. Ibnu Sina menolak pemberian Mahmud of Ghazni, dan menuju kearah Barat ke Urgench di Uzbekistan modern, dimana vizier, dianggap sebagai teman seperguruan, memberinya gaji kecil bulanan. Tetapi gajinya kecil, sehingga Ibnu Sina mengembara dari satu tempat ke tempat lain melalui distrik Nishapur dan Merv ke perbatasan Khorasan, mencari suatu opening untuk bakat - bakatnya. Shams al-Ma'äli Qäbtis, sang dermawan pengatur Dailam, seorang penyair dan sarjana, yang mana Ibn Sina mengharapkan menemukan tempat berlindung, dimana sekitar tahun (1052) meninggal dibunuh oleh pasukannya yang memberontak. Ibnu Sina sendiri pada saat itu terkena penyakit yang sangat parah. Akhirnya, di Gorgan, dekat Laut Kaspi, Ibnu Sina bertamu dengan seorang teman, yang membeli sebuah ruman didekat rumahnya sendiri dimana Ibnu Sina belajar logika dan astronomi. Beberapa dari buku panduan Ibnu Sina ditulis untuk orang ini ; dan permulaan dari buku Canon of Medicine juga dikerjakan sewaktu dia tinggal di Hyrcania.

Ibnu Sina wafat pada tahun 1037 M di Hamadan, Iran, karena penyakit maag yang kronis. Beliau wafat ketika sedang mengajar di sebuah sekolah.

Karyanya yang terkenal antara lain :

  • Qanun fi Thib (Canon of Medicine)(Terjemahan bebas:Aturan Pengobatan)
  • Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
  • An Najat

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Sina

[+/-] Selengkapnya...

Reportnya develop website


Bayangkan jika kita akan membuat website dinamis berbasis PHP scripting dengan tabel atau view yang berjumlah 100 lebih. Pastinya sangat repot sekali kalau kita mesti membuat per-page front-end dan proses back-end nya add, edit, delete. Kita bisa saja membuat satu per satu page front-end dan back-end, tapi berapa lama akan selesai dan tentunya benar-benar melelahkan dan membosankan. Adakah suatu trik sulap tertentu yang sim "salabim langsung" jadi? tentu tidak ada, tapi ada beberapa jurus rahasia yang mesti dipelajari. Baiklah jurus itu akan aku ungkap sedikit, pertama anggaplah bahwa setiap page adalah identik, kemudian buatlah satu page lengkap dengan proses back-endnya beri nama yang sama dengan nama table atau view yang menjadi sumber datanya. Setelah selesai, duplikat page tersebut dan beri nama sesuai dengan table atau view lain yang menjadi sumber. Dari hasil duplikat ini edit sedikit parameter dan variable-nya yang digunakan untuk memproses data, sesuaikan dengan table atau view sumber datanya. Tapi dari cara ini rasanya masih cukup rumit dan melelahakan. Inilah jurus kedua yang cukup ampuh, gunakan tool generator. Banyak sekali dijumpai tool generator di web salah satunya adalah PHP Maker bisa di download di sini .

PHP Maker ini sudah lumayan ampuh, tinggal memilih database-nya, kemudian tentukan optionnya, lanjutkan generate maka selesailah sudah Anda membuat 100 page cuman dalam hitungan menit. PHP Maker juga menyediakan fitur security (login), bahkan lengkap dengan proses registerasi user, ubah password dan pengingat password. Pada tiap page list hasil generate PHP Maker sudah termasuk fitur paging, sorting dan searching. Di sini cuman sedikit review lain kali mungkin aku mesti membuat ulasan khusus dan sedikit cara penggunaannya.

Tapi apakah dengan PHP Maker sudah cukup ampuh dalam membuat website? Tentunya tidak sepenuhnya benar, karena PHP Maker hanya mendukung database MySQL dan menyediakan template halaman yang mungkin tidak sesuai selera kita. Bagaimana jika database-nya PostgreSQL, MS SQL Server, Oracle dan lainnya? Kita bisa gunakan tool generator SQLMaetro silakan download di sini. Meski hasil generate tidak sebagus layout hasil PHP Maker, tidak ada salahnya mencobanya dan mungkin sedikit lebih membantu kita daripada tidak ada tool sama sekali. Meski dengan tool-tool generator tersebut pekerjaan kita menjadi mudah, kita masih bisa saja merasa repot kalau kita tidak mengerti coding style dari file hasil generate tersebut. Karena itu, sebaiknya pelajari baik-baik sebelum kita memutuskan untuk memakainya. Bisa jadi kita berharap ada proses automatiasi pada beberapa page, tapi kita tahu mesti ditulis di mana code-nya agar tidak merusak proses yang sudah ada dari file hasil generate tersebut.

Kalau kita merasa tidak comfortable dengan tool tersebut, padahal kita ingin pekerjaan kita cepet selesai tidak ada salah kalau kita membuat sendiri tool generator. Apakah tidak lebih menyulitkan? jawabku yang tergantung kita, seberapa expectation kita dari hasil hasil generator itu, semakin komplek dan komplit tentunya butuh waktu dan effort yang tidak sedikit. Aku pernah membuat sendiri tool generator, karena pada waktu itu aku masih tidak tahu kalau ada generator sekelas PHPMaker yang lumayan bagus. Pernah juga saat develop back-end untuk page flash, karena tidak ada download-an generatornya. Dengan membuat sendiri generatornya, tentu aku lebih comfort dan lebih mengasah lagi kemampuan coding-ku. Bagaimana apakah Anda tertarik? lain kali akan aku kupas tuntas bagaimana membuat genarator sendiri yang sesuai dengan keinginan sendiri.

[+/-] Selengkapnya...

13 Maret 2008

Berinternet Ria

Berinternet ria memang mengasyikkan, bahkan seringkali membuat lupa daratan (memangnya di laut??). Aneka aktifitas di depan komputer terasa lebih menyenangkan sejak teknologi internet ditemukan 50 tahun yang lalu, mmm cukup lama memang tapi di Indonesia baru tahun 90-an. Dan akupun baru mengenal internet sekitar tahun 2000, selepas lulus SMA. Waktu itu satu-satunya warnet yang ada di kotaku (Jombang) adalah Wasantara.Net yang berada satu tempat dengan Kantor Pos Besar. Tarifnyapun masih mahal, kalo tidak salah ingat sekitar 6.000 rupiah per jam, padahal kalau boleh dikatakan akses speed-nya lambat kalau dibanding dengan sekarang, entah pakai koneksi apa, mungkin waktu itu koneskinya pakai telkomnet instan, karena waktu itu teknologi WLAN, ADSL apalagi jaringan fiber belum benar-benar ada di kota ku, bahkan mungkin di kota besar masih sangat terbatas kalaupun ada. 56 Kbps sudah cukup cepat kala itu, tapi bagaimana jadinya kalau dibagi 5 PC yang ada, tapi itulah memang teknologi selalu step by step, dan terus meningkat menjadi yang lebih baik.

Sekarang kita sudah sering menemukan warnet dengan speed yang cukup banter dengan tarif yang rata murah sekitar 2000 - 4000 rupiah per jam, belum lagi fasilitas AC dan multimedia lengkap plus web camera. Kalau dulu mungkin kita hanya mengenal browsing website yang lebih banyak tulisan dan sedikit image animasi kecil yang membosankan dan chatting teks saja, sekarang kita bisa menikmatai website yang lebih interaktif bahkan disertai animasi yang memukau dengn flash slide-nya. Chatting tak lagi cuman teks, suara dan bahkan dengan web camera (webcam) kita bisa melihat sapa lawan bicara kita dan setiap inchi gerak bibir dan wajahnya.

Speedy, sejak diluncurkan 5 tahun lalu sampai sekarang masih menjadi favorit banyak warnet sebagi salah satu koneksinya, karena kecepatannya yang cukup lumayan dan pengaturannya yang tidak terlalu njlimet. Meski begitu, speedy juga meninggalkan beberapa masalah yang sering dikeluhkan banyak pelanggannya entah karena tiba-tiba sering disconnect, rawan serangan DDos dan spam bahkan tagihan bill yang tiba-tiba memebengkak sebesar gajah afrika.
Sudah sekitar 7 bulan ini, aku dan teman-teman sekontrakanku sepakat berlangganan speedy, meski cuman 1 GB limit. Cukup 200 ribu rupiah + ppn jadinya 220 ribu rupiah untuk tagihannya per bulan. Ya, sedikit lumayan puas lah daripada harus ke warnet yang jaraknya 500 meter dari rumah kontrokan, benar-benar malas kalau harus keluar apalagi udara di kota ini (surabaya) benar-benar kurang bersahabat. Dengan langganan speedy ini bukannya tanpa masalah, sedikit masalah pembatasan bandwidth limit karena satu line ini mesti dikeroyok paling itdak 5 orang yang setiap hari on-line. So, bulan kedua bill membengkak sampai tagihannya 350 rupiah. Padahal menurutku tidak sering-sering juga penggunaan kami berinternet. Masalah lagi, seringkali teman-teman yang tiba-tiba autoupdate-nya berjalan, so tentunya menyedot banyak usage bandwidth. Akhirnya, memang penggunaan internet harus diawasi, dikontrol dan di-efesien-kan. Dengan sedikit memutar otak aku putuskan memang harus satu jalur keluar masuk ke internet, nah PC-ku yang harus menjadi jalan toll-nya. Squid proxy menjadi pilihanku untuk optimasi penggunaan internet, dengan Webalizer untuk mengetahui dan mengontrol usage bandwidth-nya. Dengan squid, beberapa situs yang suspect spam/bot/spyware harus tak blok, dan juga situs2 update sehingga auto update tidak akan diperbolehkan. Download rate juga mesti aku batasi. Jika penggunaan melebihi bandwidth limit, kami sepakat untuk menonaktifkan Modem ADSL-nya.

Meski tidak terlalu efektif, setidaknya sedikit membantu kontrol dan optimasi penggunaan internet dengan speedy. Lain kali mungkin aku akan bencerita tentang Squid proxy dan Webalizer secara khusus dan bagaimana mesti menginstall dan mengkonfigurasinya.

[+/-] Selengkapnya...

Sahabat

Deskripsi sahabat menurutku adalah berikut :

sahabat
sahabat disebut juga teman, sobat ato sohib
sahabat itu adalah orang yang peduli dengan kita
sahabat itu adalah orang yang dekat dengan kita
sahabat itu selalu ada saat kita senang dan susah
sahabat itu selalu bisa berbagi sedikit ataupun banyak
sahabat itu ada dalam kebersamaan
sahabat itu menyenangkan
sahabat itu kadang juga menjengkelkan
sahabat itu kadang juga berbuat salah
sahabat itu kadang juga ingin menang sendiri
sahabat itu kadang juga egois
sahabat itu bisa berkompromi untuk kebersamaan
sahabat itu bisa memaafkan meski disakiti
sahabat itu bisa meminta maaf meski tidak harus bersalah
sahabat itu bisa menuntun kita menuju kebaikan
sahabat itu bisa mencegah kita dari keburukan
sahabat itu diri kita dalam orang lain
sahabat itu diri orang lain dalam kita
aku, kau, kami, kita adalah persahabatan

[+/-] Selengkapnya...

Monopoly Game

Bermain game adalah hobiku sejak dulu, bahkan karena game lah aku memulai ketertarikanku pada yang namanya komputer. Beberapa hari ini aku bermain game monopoly, seakan teringat masa kecil sewaktu masih duduk di bangku SD. Permainan yang cukup mengasyikkan tapi juga melelahkan karena untuk menyelesaikan sampai tuntas akhir permainan memerlukan waktu yang cukup lama, paling tidak 1 jam bahkan bisa 3 jam lebih.


Permainan kali ini aku mainkan dengan 2 orang teman dalam satu komputer, inilah membuat sedikit kecewa karena umumnya permainan multiplayer didukung jaringan, tapi monopoly kali ini tidak mendukung jaringan, jadinya terlihat ngruntel di depan PC-ku. Padahal sebenarnya fasiltas jaringan LAN sudah cukup terpasang dengan baik di rumah kontrakanku. Apa boleh buat mungkin setelah permainan ini aku akan mencari game monoply yang support network.

Dimulailah daduku yang menggelincir, yap pelan menuju angka 6, mulai kubeli satu lokasi tanah. Dadu kemudian beralih kendali ke Maman, menggelinding dan berputar ke angka 11, satu lokasi terbeli. Selanjutnya giliran Son mengocok dadu, angka 7 yang keluar, yah mampir dulu di posisi chance, collect some money, sedikit kecewa karena tidak mendapatkan satu tempat. Dadu berputar-putar cukup lama, 45 menit berlalu masing-masing sudah memeperoleh lokasi tapi tak satupun yang mendapatkan 1 persil komplit, jadi tak satupun yang boleh membangun rumah apalagi hotel. Daripada terlalu lama, kami sepakat melakukan trade tukar tempat sehingga masing-masing dari kami mempunyai minimal 1 persil lengkap, bahkan aku mempunyai 2 persil. 3 rumah kupasang di masing-masing lokasi, hehe.. sedikit jebakan untuk yang lain. Tapi tak kalah serunya Maman dan Son juga menanam ranjau beberapa rumah yang cukup bikin deg-degan kalau aku mesti mampir. 20 menit permainan berlanjut semakin seru, saat-saat menjelang persil lawan selalu merasa tegang, jangan-jangan mampir maka jika tidak bisa membayar keseluruhan tagihan uang menginap maka bangkrutlah sudah. Sayangnya, dadu tidak berpihak pada Son, justru berpihak padaku, hehe.. 2 kali Son harus membayar mahal atas jasa inap di persilku, tapi itu tidak membuatnya bangkrut, sekali lagi dadunya meluncur kali ini benar-benar sial bagi Son, lemparan dadunya tepat dia harus menginap di persil Maman, setelah semua bangunan di-sell, kemudian di-mortgage tak cukup juga maka satu-satunya jalan adalah declaracy of bangkrupt. Berakhir sudah permainan Son, kini semua persil Son harus diserahkan ke Maman.

Kini permainanku melawan Maman, rupanya aku merasa sangat kaya sehingga tidak cukup kalau mempunyai 2 persil, aku harus merogoh separo kekayaanku untuk melakukan trade dengan Maman untuk mendapatkan 1 persil lagi. Tapi, setelah itu kesialanku dimulai, aku pelan-pelan mulai terkena jebakan ranjau hotel Maman, maka setelah beberapa lama kemudian gilirankulah yang benar-benar harus declaracy of bangkrupt. Maka, Mamanlah yang menjadi Juara kali ini.

Begitulah permainan monopoly, seperti kehidupan sehari-hari, terkadang kita memang telah berusaha melempar dadu nasib tapi akhirnya memang Yang Maha Kuasa lah yang menentukan dimana kita mesti berada. Begitu juga keadaan kita mungkin sekarang lagi mujur dengan kepandaian, kekayaan atau keelokan bisa jadi di kemudian hari kita mengalami keadaan titik terendah dan tentu saja bisa benar-benar hancur dan musnah. Sekali waktu kita memang diberi chance, tapi kita tak pernah tahu apakah itu suatu kesialan atau keberuntungan, maka sikap kita adalah senantiasa mesti merasa ikhlas dan legowo. Apakah lantas kita harus pasrah saja karena kita tak tahu apa dan bagaimana nasib kita di kemudian hari, hanya menunggu takdir yang melindas kita? tentu tidak, karena sebenar-benar pasrah adalah saat ketika kita sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. Dan di setiap hari kita senantiasa melempar dadu kehidupan untuk mencapai tujuan. Dan tujuan akhir adalah keridlaan-Nya.

[+/-] Selengkapnya...

11 Maret 2008

Memulai nge-Blog

Entah mulai dari mana aku meski mengisi blog-ku ini, benar-benar bingung karena selama aku tidak pernah punya blog. Padahal kalau aku terima order develop website buat suatu company rasanya lebih mudah ketimbang mengisi blog ini. Ok lah, mulai dari saat ini aku belajar menulis tentang diriku, sobat-sobatku, hobiku, pemikiranku dan banyak hal tentang kekonyolan dan kesialanku. Semoga kelak aku bisa mengenang ceritaku, menertawakan kebodohanku atau bahkan merasa kagum atas prestasiku.

Sedikit deskripsi tentangku, aku adalah lelaki berambut sedikit kriwul dengan tampang pas-pasan, tubuh dekil dan otak yang tidak seberapa encer, hobi membaca apa saja asal asyik dan seru, juga paling maniak liat filem kartun/anime. Kesibukanku sehari-hari adalah pro-Gamer juga Progammer. Senang fotografi meski tidak pandai jepret-menjepret, mengagumi kaligrafi arab. Karena aku bukan reporter atau seorang penulis yang handal, kiranya cukup di sini yang dapat tak corat-coret kan ke dalam blog ini sebagai permulaan dan semoga bisa konsisten nyambung terus.

[+/-] Selengkapnya...