17 Juni 2008

Luwak Yang Rakus

Sudah hampir empat bulan lamanya, hutan meranggas, dedaunan rontok, ranting-ranting mengering berjatuhan dan air-air kubangan serta sungai yang biasanya jernih tiba-tiba mengeruh hingga akhirnya tak menyisakan setetes pelepas dahaga. Hutan rumah sang satwa semangit menyemping dan mulai tandus sejak penebangan liar oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. Kini kawanan hewan berbondong-bondong beremigrasi ke daerah yang lebih subur, ya mungkin tidak semua akan selamat karena perjalanan jauh bermil-mil ditempuh tanpa makan dan harus berpuasa berhari-hari.

Tersebutlah dalam rombongan itu seekor kancil dan seekor Luwak yang keduanya adalah sahabat karib sejak kecil.
"Luwak.." panggil Kancil pada Luwak
"Ya, ada apa cil", sahutnya
"Kita mesti berpisah dari rombongan"
"Kenapa cil, nanti malah kita tersesat, atau kita bisa-bisa ditangkap manusia"
"Jangan kuatir wak.." Kancil coba menjelaskan
"Kalau kita bersama-sama rombongan belum tentu kita hidup, coba bayangkan ! bukankah di rombongan kita banyak hewan yang kuat dan besar-besar.."
Luwak mendengarkan penjelasan Kancil dengan wajah bloon melongo
"Maksudmu ?" Luwak meminta penjelasan lebih detil
"Ah, bodohnya kau wak.." Kancil meneruskan penjelasannya
"Tentu saja kalau rombongan kita menemukan makanan, mereka yang kuat akan mendominasi, menguasai dan kita yang bertubuh kecil dan lemah mungkin hanya akan menerima sisa, bahkan bisa-bisa tidak dapat sama sekali.. lalu... kita akan ma..."
"ti..., setuju !" secara spontan Luwak menyahut
"Ok.. Ok, trus kita akan kemana mencari makanan sendiri? " protes si Luwak
"Mmmm.." Dengan tangan di dagu Kancil berpikir dengan gaya sok jenius
"Yeah, aku tahu" tiba-tiba Kancil melompat dengan tangan terkepal laykanya archimedes ketika menemukan teorinya dan berteriak "eureka !"
"Hoiii, jangan berisik tau, atau aku tendang kau" Gajah besar di depannya dalam rombongan merasa terganggu teriakan si Kancil dan si Luwak
"Maaf Kang Gajah..!" sahut Kancil
"Cil... apa rencanamu?" tanya Luwak setengah berbisik, karena tak ingin gajah besar di depannya menginjak atau mendepaknya karena terganggu bising obrolannya dengan si Kancil
"Sebulan yang lalu, ketika aku jalan-jalan di tepian hutan, aku melihat seorang manusia yang sedang mencari kayu.." Kancil mencoba menjelaskan lagi
"Apa hubungannya ?"
"Dasar bodoh, aku belum selesai ngomongnya"
"Begini, dari balik pohon aku mengintip bahwa manusia tadi berjalan pulang ke arah timur"
"Kurasa rumahnya ada di timur, tentunya banyak makanan di sana"
"Tentu saja rombongan kita ke selatan ini salah, kita tidak akan tahu kapan dapat makanan"
"Cilllll... apa aku tidak salah dengar? Kau mau mengajak ke rumah manusia, apa kau tidak gila, apa kau stress terus kamu mau mengajakku bunuh diri" Cerca Luwak dan tapak tangannya menyentuh dahi si Kancil, mengira barangkali kepala pernah terbentur batu atau kayu sehingga tiba-tiba berpikir gila atau jangan-jangan kena amnesia
"Santai wak, aku juga tahu kalau manusia pada malam hari itu tidur dan tidurnya pulas sekali" si Kancil meneruskan tesisnya tentang manusia sambil mengipatkan tangan si Luwak yang bertengger di dahinya
"Jadi, kau mengajakku mencuri seperti maling.."
"Tidak Cil, kita ini bukan bangsa maling, kita tidak seperti mereka yang suka mencuri hutan kita"
"Kita ini hewan beradab" dengan sok si Luwak berkelit karena merasa harga dirinya turun karena mencuri padahal sebenarnya dia takut dengan manusia
"Ayolah wak, kita tidak mencuri kok, kita cuma mengambil hak kita"
"Mereka mencuri hutan kita, sehingga makanan kita habis karena ulah mereka"
"Tidak ada salahnya kan, toh mereka belum memberi zakatnya untuk kita yang miskin ini" Kancil berpura-pura dengan wajah sedih agar rencananya diikuti
"Okelah, kapan kita berangkat?"
"Nah, begitu dong, kau benar-benar sahabat terbaikku" ucap Kancil seraya merangkul pundak Luwak
"Sebaiknya kita berpisah dari rombongan sekarang saja, sebentar lagi senja. Kita mulai berangkat mungkin setiba di rumah si manusia itu tengah malam nanti"
"Oke, berangkat !" Ajak si Luwak

Akhir, kedua hewan kecil itu meloncat meninggalkan rombongan. Dengan tertatih dan menahan lapar yang sudah dua hari tanpa makanan, mereka menuju ke arah timur. Mereka membayangkan lezatnya makanan seandainya telah sampai di tujuan. Kini mereka telah meninggalkan tepian hutan, melewati semak-belukar dan terkadang melompati sungai-sungai kecil yang mulai mengering. Terlihat dari jauh berkelap-kelip lampu teplok dan obor yang dipasang manusia di depan rumahnya untuk menerangi jalan-jalan desa. Kancil menunjuk ke arah datangnya cahaya itu, memberitahu Luwak di situlah manusia tinggal. Kancil dan Luwak semakin semangat melihat bahwa tujuannya tak terlalu jauh untuk ditempuh.
"Eh Cil, kukira bintang cuman ada di langit, ternyata manusia memeliharanya" Kata Luwak takjub
"Mmmm, kurasa mereka memang benar-benar bangsa yang kuat dan cerdas" Timpal Kancil
"Ayo, bergegas"
"Let's go"
Tepat ketika bulan di atas kepala, menunjukkan bahwa hari telah mencapai tengah malam. Keduanya telah sampai di perbatasan kampung manusia. Mereka merasa takjub, di sekitar kampung itu terlihat tumbuhan yang hijau segar tapi terlihat perdu seperti semak. Tidak seperti hutan yang selama ini mereka huni, terlihat kering dan panas.

"Oi, Cil ini apa...?" ketika Luwak menginjak tumbuhan kecil yang hanya terdiri daun-daun lebar berbentuk bulat seperti bolak sepak
"Ah, tak tahu lah, yang jelas itu salah satu makanan mereka" Jelas Kancil
"Baiklah, aku akan mengawasi dulu keadaan sebelum kita mencicipi tumbuhan makanan mereka. Jangan kemana-mana dulu"
Dengan berjingkat kaki, Kancil mendekati kampung dan mengawasi keadaan. Berputar-putar mengelilingi beberapa rumah di kampung kecil yang hanya terdiri dari beberapa rumah. Begitulah perkampungan di gunung yang jarak antar rumah satu dengan lainnya berjarak puluhah meter bahkan ratusan meter, tetapi terkadang 2-5 rumah berdekatan. Akhirnya, Kancil yakin bahwa manusia-manusia itu telah tertidur pulas dan tak terlihat seorangpun berkeliaran di jalanan yang sempit itu. Si Kancil pun kembali ke tempat Luwak menunggu.
"Bueeeeeeeh, weks...." Luwak memuntahkan sesuatu yang dikecapnya dan menyeburkannya keluar sehingga hampir-hampir mengenai wajah Kancil yang tiba-tiba menyembul dair kegelapan
"Tidak enak rasanya cil, ada yang lain tidak? aku lapar nih"
"Santai kawan, aku tadi menemukan beberapa tumbuhan yang kelihatannya enak"
"Bagaimana kau yakin?" tanya Luwak
"Tentu saja aku tahu, aku kan jenius. Mereka mengurungnya rapat-rapat dengan pagar, tentu itu barang yang enak dan sangat berharga bagi mereka"
"Hei, kau katakan di kurung pagar? bagaimana kita masuk"
"Jangan kuatir sobat, aku telah menemukan sebuah lubang kecil untuk kita masuk"
Keduanya mengendap-endap menuju tempat yang ditunjukkan Kancil, dan mereka menemukan sebuah ladang dengan buah sekepal tangan bergelantungan. Beberapa terlihat kuning dan yan lain merah merona, ada juga yang masih kecil terlihat berwarna hijau. Kancil memetik satu dan mulai mengerat dengan gigi-giginya yang kuat, kemudian terdiam membatu. Luwak merasa heran dan kuatir, jangan-jangan si Kancil keracunan. Luwak mencoba mengguncang-guncang tubuh si Kancil dan merasa takut sekali. Hi hi.. tiba-tiba si Kancil mengikik. Luwak hatinya mencelos lega, ternyata si Kancil cuman bercanda. Kancil negacungkan jempol kakinya ke arah Luwak mengisyaratkan bahwa buah yang dimakannya rasanya benar-benar lezat. Dan, tanpa sabar menunggu lagi si Luwak memtik sebuah dan mencoba mencicipi, hmmm lezat. Mengambil lagi sebiji, dua, tiga dan kini ditangannya sebonggol buah memebuhi dekapan tangannya. Karena tidak makan selama dua hari, mereka seperti buka puasa yang tiba-tiba memakan apapun yang mamu dijejalkan ke dalam mulutnya. Puas sudah perut si Kancil.
"Hei, Luwak sudah ayo kita kembali.. mereka segera bangun, liat langit fajar mulai memerah"
Kancil mengajak Luwak untuk kembali ke hutan
"Kita akan kembali besok lagi"
"Ah, tanggung baru juga sepuluh buah. Kita kan belum makan dua hari" Luwak menjawab dengan tangan-tangannya tetap menjejalkan buah-buah itu ke dalam mulutnya
"Kita kembali sekarang, jangan rakus, jangan kau teruskan, kita akan tertangkap manusia nanti"
Seakan tak nenghiraukan peringatan Kancil, Luwak masih saja melahap beberapa buah dan bahkan kini menggapai ke pohon lain yang masih lebat buahnya meninggalkan pohon yang sejak tadi dipetiki buahnya. Kancil berkali-kali mengomelinya dan menarik-narik lengan Luwak, akan tetapi Luwak tetap saja kukuh untuk memuaskan napsu makannya. Akhirnya fajarpun mulai tampak, langitpun mulai cerah.
"Uah... aku ngatuk Cil" Luwak menguap, rupanya dia kekenyangan perutnya tak seberapa lama hilanglah sudah kesadarannya. Kancil menyeret-nyeret tubuhnya untuk keluar dari kebun itu melewati pagar, tapi karena perutnya mengembung kekeyangan si Luwak tak bisa dikeluarkan.

Akhir dengan langkah gontai, akhirnya Kancil terpaksa meninggalkan Luwak sendirian di kebun. Ketika malam berikutnya Kancil masuk ke kampung itu. Dilihatnya kulit Luwak telah dijemur di belakang rumah salah satu manusia. Keserakahan, rakus dan memusakan nafsu tanpa batas seringkali menyebabkan kesengsaraan, penderitaan dan kehancuran. Dan kini Luwak telah merasakan apa yang diperbuatnya.


[+/-] Selengkapnya...

13 Juni 2008

Bedah Buku 'Ketika Cinta Bertasbih'

Hidup di sebuah kota besar Surabaya selama 7 tahun ternyata masih belum tahu jalanan dan lika-liku lorong kota, itulah aku. Ketika itu aku mencari jalan menuju acara bedah buku 'Ketika Cinta Bertasbih bersama Habiburrahman El-Sirazy' yang diselenggarakan di gedung Muhammadiyah wilayah jatim yang beralamat di jl. Kertomenanggal IV. Aku pikir Kertomenanggal itu dekat dengan Ruko Menanggal, setelah sampai di daerah Ruko Menanggal kemudian bertanya pada seseorang yang kutemui di jalan ternyata Kertomenanggal berbalik jalan. Dimana Ruko Menanggal di barat jalan A. Yani sedangkan KertoMenanggal di timur jalan A. Yani. Jadinya, aku mesti putar haluan yang lumayan melelahkan karena jalan A. Yani termasuk jalan termacet di Surabaya.

Karena hari itu aku tidak banyak pekerjaan yang mesti kukerjakan, dan aku merasa penasaran seperti apa pengarang terkenal Kang Abik dengan karya yang best seller Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Maka aku putuskan sekali-kali tak ada salah mengikuti bedah bukunya. Dan alasan lainnya karena acara ini gratis alias tanpa biaya. Berangkat jam 12.30 WIB dari kost, karena berputar-putar dalam pencarian tempat hingga di tujuan jam sudah menunjukkan pukul 13.15 WIB. Sempat kaget, karena menurut jadwal acara diselenggarakan 13.00 WIB, aku pasti melewatkan bagian yang mungkin menarik karena keterlambatanku. Setelah sampai di tempat, kulihat beberapa kendaraan sudah terparkir lumayan banyak. Beberapa mobil dan sepeda motor berderet di depan gedung yang didominasi warna biru. Segera aku dan temanku menuju tempat registerasi dan dengan terburu-buru menuju ruang seminar. Alhamdulillah, ternyata acara belum dimulai jadi tak ada yang terlewat yang kukhawatirkan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Kang Abik ditemani Chaerul Umam sang Sutradara, Nurhamdani sebagai produser dari SinemArt, Akhudiat sang Budayawan Sastrawan dan seorang moderator yang aku lupa namanya memasuki ruang seminar yang disebut ruang Mas Mansur. Kedatangan Kang Abik yang dielu-elukan tentu saja menjadi rebutan beberapa peserta, terutama beberapa akhwat yang meminta tandatangan darinya pada buku yang disodorkan kepadanya. Selain itu ada satu stasiun televisi swasta yang meliput dan mewawancarainya dengan beberapa pertanyaan tentang novel dan rencana KCB yang akan dilayarlebarkan.

Acara dibuka sang moderator dengan mengenalkan masing-masing narasumber. Dan untuk narasumber pertama adalah Kang Abik yang berbicara lebih tepatnya bercerita tentang motivasi dan inspirasinya dalam berkarya terutama tentang KCB kali ini. Kang Abik menceritakan bahwa awal mula dirinya menyukai seni sebenarnya sejak sekolah MA PK di Solo dulu dan lebih terasah lagi ketika dia kuliah di Kairo. Sebenarnya kuliahnya di Kairo tidak ada hubungan secara langsung dengan dunia sastra, bahkan seakan bertolak belakang dengan keilmuannya. Dia mendalami disiplin ilmu hadits yang notabene harus berdasarkan fakta dan ilmiah, sementara menjadi pengarang novel justru lebih banyak berimajinasi. Menurut Kang Abik, dia terispirasi oleh beberapa ulama besar yang sebenarnya seorang faqih atau muhadits juga seorang sastrawan seperti seorang tabiut tabi'in Ibnu Mubarok. Masih menurut pemikiran Kang Abik, bahwa banyak ulama besar yang dengan sastranya mampu membela islam lewat karya tulisnya. Contoh lain seorang ulama yang sastrawan di negeri ini adalah Buya Hamka. Dia sang Mufassir yang Sastrawan dengan dengan beragam karya dari puisi sampai roman dan novel. Seperti yang diungkapkan pada acara ini bahwa tujuan yang hendak dicapai Kang Abik adalah memberi sedikit warna islami pada kesusastraan Indonesia yang sekarang ini cenderung dipenuhi karya-karya sex vulgar dan sarat kekerasan. Dia berharap dengan karyanya mampu mengedukasi masyarakat Indonesia dengan nilai-nilai islami dan ketimuran. Lebih lanjut dengan karya terakhirnya KCB dia bercerita bahwa suatu kali ada mahasiswanya yang menghadap padanya dan berkeluh kesah, bahwa si mahasiswa sudah lama tidak lulus dalam kuliahnya alias molor memang karena disengaja. Setelah ditanya sebabnya, si mahasiswa menjawab bahwa dia tidak siap untuk menatap masa depan, bagaimana nanti mencari kerja, diuber-uber untuk segera menikah dan lain-lain. Karena menurutnya dengan status mahasiswa dia merasa aman dan kiriman bulanan pun lancar. Subhanallah, Kang Abik terkejut dan tersenyum dan kemudian memberi wejangan kepada si mahasiswa tersebut. Menurut Kang Abik pada karya KCB kali ini dia berusaha mengajak bahwa kita harus mampu dan berani untuk menatap dan meraih masa depan meski dengan berdarah-darah dengan perjuangan hidup yang tiada akhir.

Pada sesi narasumber kedua, Chaerul Umam menceritakan bahwa kali ini film KCB tidak akan sama dengan film "Ayat-Ayat Cinta" (AAC). Karena kali ini penulisan script dan scene dimusyawarahkan bersama Kang Abik dan Produser. Dia berjanji bahwa penonton akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada AAC. Untuk itu sang sutradara dalam mencari pemain utama akan diadakan audisi di seluruh kota besar di Indonesia yang akan diselenggarakan pada tanggal 14-15 Juni 2008. Dia berharap ditemukan aktor/artis yang mampu beraksi di depan kamera dan juga mempunyai akhlak yang sama dengan tokoh diperankannya dalam film ini. Karena menurutnya inilah yang disyaratkan Kang Abik sebagai penulis novelnya. Akan dipilih 20 kontestan di tiap kota untuk kemudian di adu akting dan kemampuannya di Jakarta yang kemudian akan diperoleh 20 besar kontestan. Selanjutnya ke-20 kontestan ini akan dipilih 5 orang yang akan menjadi peran utama Azzam, Furqon, Elliana, Ana dan Husna. Sedangkan 15 kontestan lain tidak akan sia-sia begitu saja, menurutnya masih kebagian sebagai peran figuran. Acara pemilihan 5 peran utama ini akan disiarkan secara live di RCTI. Masih menurut Chaerul Umam, bahwa film kali ini benar-benar akan dikondisikan mirip dengan novelnya dengan shooting selama 3 minggu di Kairo, bahkan akan diusahakan bisa menampilkan Al-Azhar University secara real.

Sesi ketiga, sang Produser angkat bicara. Film ini akan take pada bulan setelah Idul Fitri yakni awal Oktober 2008. Sebelum itu mungkin Agustus-September akan dilakukan penjajagan dan pengenalan lokasi shooting di Kairo yang tentu saja melibatkan pemeran utamanya, sutradara dan personel pendukungnya. Agar akting para pemeran yang menjadi aktor dadakan menjadi benar-benar profesional akan dilakukan pemantapan dan pelatihan yang dibina oleh aktor gaek Didi Petet dan Neno Warisman. Shooting akan dilaksanakan selama 3 minggu di Kairo dan selebihnya sampai 3 bulan di Indonesia. Setelah mixing hingga mastering, menurut sang produser film ini baru akan tayang kemungkinan pada bulan maret 2009.

Sesi keempat, Akhudiat sang sastrawan mengomentari karya KCB kali ini adalah karya yang benar-benar fenomenal. Dan dengan karya ini akan ada warna baru dalam dunia kesusastraan Indonesia. Kang akhudiat mensejajarkan karya ini seperti karya-karya penulis terkenal semisal Ahmad Thohari.

Pada sesi berikutnya diadakan tanya jawab peserta dengan narasumber. Salah satu yang menarik adalah bagaimana membuat karya yang baik. Menurut Kang Abik karya yang baik itu detil, baik detil secara deskripsi, detil diksi dan detil maknanya. Kemudian ada sebuah pertanyaan yang umum ditanyakan pada beberapa acara bedah buku, yakni bagaimana menjadi penulis pemula yang seringkali sulit untuk meneruskan atau mengakhiri ceritanya. Menurutnya sebelum menulis hendaknya membuat kerangka karangan yang menjadi acuan, kemudian teruslah menulis ketika ide muncul. Dengan gaya guyonnya Kang Abik memberi saran kalau tidak bisa mengakhiri cerita gampang saja, buat saja tokohnya mati mendadak entah karena terserang jantung, tertabrak mobil atau kecelakaan pesawat. Peserta tertawa terbahak-bahak mendengar guyonan itu. Ada pertanyaan lagi yang menarik, bagaimana memunculkan ide untuk menulis dan mulai dari mana? Menurut Kang Abik, kalau kesulitan memulai menulis bukan berarti sulit bercerita kan? rekam saja omongan cerita yang akan diungkapkan, nah kalau sudah selesai tinggal menyalinnya ke dalam tulisan. Kemudian camkan bahwa 'Menulis itu Mudah'. Kang Akhudiat menambahkan kalau sulit menulis sebuah cerita cobalah untuk menulis resensi buku, dan biasakan ditulis di akhir halaman buku yang dibaca. Sebuah pertanyaan dilontarkan oleh peserta kenapa setting novel Kang Abik selalu Kairo, kemudian kota Solo dan Semarang?. Menurut Kang Abik, ini adalah prinsip seorang penulis terutama dirinya bahwa dia hanya menulis apa yang diketahui secara nyata dan detil. Karena dia pernah tinggal cukup lama di Kairo ketika kuliah dan sekolah di Solo. Ketika ditanya kenapa topik yang ditulis tentang cinta saja, menurutnya dia pernah bercerita tentang epik-cerita perjuangan- dan kali ini dia membuat yang berbeda, menurutnya dengan karya tentang cinta diharapkan memberikan penyegaran jiwa sehingga lunak dan lebih bijak ketika menghadapi suatu kondisi tertentu. Dia sebenarnya pernah juga membuah karya bertema epik tentang palestina. Dan dia berjanji akan membuat novel yang berteman epik tapi romantis. Peserta bersorak riuh dan bertepuk tangan. Sebuah pertanyaan lagi, kenapa karya selalu tentang hitam dan putih?kenapa tidak abu-abu, sehingga pembaca akan menyimpulkan makna dan kebenarannnya sendiri dengan imajinasi. Menurutnya karena kebanyakan pembaca di Indonesia bukanlah orang ahli sastra, sehingga jika diberi yang bersifat abu-abu justru akan menimbulkan kebingungan dan kebimbangan. Bukan itu yang menjadi tujuannya dalam berkarya justru dia ingin mengedukasi tentang kebaikan dan kebenaran islami. Dia bercerita pernah membuat karya yang abu-abu dengan judul "Gadis dan Berhala" yang dimuat di suatu majalah lokal, maka terjadilah protes besar-besar pada banyak surat yang diterimanya. Menurutnya karya yang baik adalah yang mampu diterima dan dicerna secara baik oleh pembaca. Menyitir sebuah istilah sastra Arab bahwa kalimat itu ada dua yakni kalimat shahih dan kalimat baligh. Kalimat shahih adalah kalimat yang secara baik susunan katanya dan strukturnya serta dapat dipahami oleh pembacanya. Sedangkan kalimat baligh adalah kalimat yang tentu saja sudah shahih dan sesuai mu'tadol hal (situasi yang ada) dan tajawuh -adanya interaksi dengan pembaca-. Nah kalimat baligh itulah yang ingin dicapai Kang Abik. Dan pada akhir pertanyaan ada yang berharap adanya novel tentang anak dan novel tentang cinta ibu kepada anaknya. Kang Abik berjanji akan mewujudkannnya tentu saja harus belajar dulu dan mendalami psikologi yang ada pada tokohnya.

Acara yang begitu antusias akhirnya berakhir pada jam 16.00 WIB, pesertapun akhir bubar dengan rasa puas dan membawa ilmu tentang sastra yang InsyaAllah barokah. Akupun beranjak dari tempat dudukku. Dan sebelum pulang kembali ke kost aku sempatkan Sholat Ashar di Masjid depan gedung ini. Lelah dan cape tapi rasanya sepenggal ilmu masuk kedalam otakku tanpa penyesalan.

[+/-] Selengkapnya...

12 Juni 2008

Create Tabel dari ListView

Seringkali kita ketika para coder (sebutan lain untuk programmer) membuat tabel untuk menampilkan data grid menggunakan datagrid ata flexigrid. Ya, memang penggunaan datagrid atau flexigrid lebih mudah dan usefull. Tapi pernahkan kita menyadari bahwa grid kita tidak bisa grouping, sorting atau anda ingin menempatkan image di dalam grid. Nah ada alteratif lain yang memungkinkan lebih banyak fitur dan aksi dengan menggunakan Listview. Dengan Listview kita dapat melakukan grouping, sorting hanya dengan klik pada headernya, menempatkan image atau textbox ke dalam grid, auto refresh, auto width column dan lain-lain.

Karena itu pola code-ku sudah mulai kurubah menggunakan listview untuk view tabel grid. Dan berikut cara pembuatannya yang simple yang sudah sering aku gunakan;
  1. Drag dan drop listview dari toolbox windows form, beri nama misal; lvSupplier
  2. Kemudian buat fungsi untuk menghandle listview
  3. 'untuk inisiliasasi grid pada listview
    Private sub InitTable(ByRef lvData As ListView)
    lvData.Clear() 'clear semua content dan settingan listview
    lvData.View = View.Details 'set mode details
    lvData.FullRowSelect = True
    lvData.MultiSelect = False
    lvData.BeginUpdate()
    lvData.HideSelection = False
    lvData.Scrollable = True
    lvData.GridLines = True 'menampilkan garis grid
    lvData.Columns.add("Kode Supplier", 150, HorizontalAlignment.Left)
    lvData.Columns.add("Nama Supplier", 150, HorizontalAlignment.Left)
    lvData.Columns.add("Alamat", 150, HorizontalAlignment.Left)
    lvData.Columns.add("No Telepon", 150, HorizontalAlignment.Left)
    End Sub

    'fungsi untuk mengisi data listview dari query database
    Private Sub fillTable(ByRef lvData As ListView, ByVal SQL As String)
    Dim i As Int32
    Dim j As Int32
    Dim k As Int32
    Dim tColumn As Int16
    Dim Content As String

    lvData.BeginUpdate()
    Try
    OpenRs(SQL)
    tColumn = Data.FieldCount
    Catch ex As Exception
    MsgBox(ex.Message & "-" & ex.Source, MsgBoxStyle.Critical)
    End Try
    lvData.Items.Clear()
    j = 0
    k = 0
    Try
    Do While Data.Read
    Content = Data(0)
    lvData.Items.Add(Content)
    For i = 1 To lvData.Columns.Count - 1
    Content = ""
    Content = IIf(IsDBNull(Data(i)), "", Data(i))
    lvData.Items(j).SubItems.Add(Content) 'menambahkan data ke dalam listview
    Next

    'menampilkan grid secara selang-seling warna
    k = j
    If k Mod 2 = 0 Then
    lvData.Items(k).BackColor = Color.AliceBlue
    Else
    lvData.Items(k).BackColor = Color.White
    End If
    j = j + 1
    Loop
    Catch ex As Exception
    MsgBox(ex.Message & "-" & ex.Source, MsgBoxStyle.Critical)
    End Try

    lvData.EndUpdate()
    lvData.Refresh()
    End Sub

  4. Eksekusi fungsi-fungsi tersebut (initTable & fillTable) pada Form_Load

  5. Private sub Form_Load

    Dim SQL$
    SQL="SELECT * FROM tblSupplier"

    initTable(lvSupplier)
    fillTable(lvSupplier,SQL)

    End Sub

Nah sekarang table dari listview sudah terbentuk, lain kali akan saya ceritakan bagaimana mensortir dan grouping atau tips lain mengelola tabel dengan listview. Tunggu jam tayangnya ya! Selamat mencoba !

[+/-] Selengkapnya...

09 Juni 2008

Blokir situs porno pada squid proxy

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

[+/-] Selengkapnya...

Membawa ponsel ketika berolahraga

Ponsel terkadang menjadi sangat barang yang sangat dekat buat kita, karena kebutuhan kita untuk berkomunikasi dengan seseorang atau untuk bermain game. Seringkali kita menempatkan ponsel kita di jangkauan tangan kita, sehingga kapanpun kita membutuhkan tidaklah sulit untuk mengambil dari tempatnya. Ketika kita makan ada disamping piring, ketika tidur ada di antar bantal atau ketika jalan-jalan senantiasa menjadi isi kantong saku.

Nah bagiamana jika kita sedang berolahraga? tentu si besi mungil ajaib ini selalu tidak tertinggal. Jika anda menaruhnya di dalam saku, pasti Anda merasa tidak nyaman bukan? coba rasakan ketika Anda berlari atu melompat, seakan menggantung kan, alih-alih malah terjatuh. Benda dengan berat tertentu jika tidak pada posisi stabil akan cenderung mencari titik kestabilan, dan untuk itu benda bergoyang sesuai dengan titik beratnya. Nah berikut tips dimana anda membawa ponsel Anda ketika berolah raga;

Pertama, kalau Anda memakai bando di kepala, tidak ada salahnya anda rekatkan ponsel Anda di bando di kepala, memang agak mengganjal di kepala, tapi sedikit aman karena ponsel Anda melekat kuat dan stabil di tempatnya.

Cara kedua, jika Anda memakai deker (pengikat) tangan bolehlah Anda rekatkan pada deker Anda, tentu saja pasang secara kuat agar tidak terlepas.

Nah ini cara terakhir yang biasa aku gunakan ketika berolahraga, yakni memasukkan ke dalam kaus kaki. Tentu saja Anda harus memakai sepatu dan kaus kaki Anda cukup panjang ke atas agar seluruh bagian ponsel masuk. Akan tetapi mungkin akan sedikit bau, agar tidak bau coba bungkus ponsel Anda dengan plastik atau bungkus kain.

Dengan beberapa cara di atas ponsel akan lebih stabil karena terikat dengan bagian badan kita, sehingga akan lebih aman dari jatuh. Tentu saja, kehati-hatian tetaplah cara utama agar tetap aman. Selamat mencoba !


[+/-] Selengkapnya...

05 Juni 2008

Pelajaran dari Angsa

Kalau anda pernah tinggal di negara 4 musim, maka pada musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi "V".


FAKTA:
Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat dibelakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

PELAJARAN:
Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

FAKTA:
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit
untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

PELAJARAN:
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi
dengan mereka yang berjalan didepan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan
bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

FAKTA:
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang
formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

PELAJARAN:
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu
dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas, dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

FAKTA:
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang
untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang
dapat dijaga.

PELAJARAN:
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang
saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung(berdiri
dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita
cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

FAKTA:
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar
dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan
melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

PELAJARAN:
Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat
dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik!

Teman, kita memang bukan angsa, tapi kita bisa belajar dari logika umum & perasaan mereka, semoga fakta & pelajaran ini bisa bermanfaat untuk kita semua.


Sumber: Sebuah milist (lupa hehe..)

[+/-] Selengkapnya...

Memblokir situs porno?

Saat ini pemerintah lagi gencar-gencarnya sosialisasi pemblokiran situs-situs porno dengan dukungan penuh dari Depkominfo, hal ini karena pemerintah berencana membangun akses internet secara luas di seluruh sekolah di Indonesia sampai ke pelosok pedesaaan. Bahkan untuk memuluskan rencana ini pemerintah menggandeng beberapa provider jasa telekomunikasi untuk membangun infrastrukturnya dan juga menggandeng beberapa PTN untuk membuat software pemblokir situs prono. Meski begitu bukan berarti situs porno tidak bisa diakses sama sekali, tetapi begitu banyaknya di jaga maya ini mungkin hanya sejumput dari sebentang sawah yang dapat diblokir. Depkominfo juga menyediakan software dan pentunjuknya secara lengkap untuk pemblokiran situs porno dapat di download di sini

Nah, jika anda mempunyai anak atau adik yang masih kecil sementara anda mempunyai akses internet secara pribadi di rumah tak ada salahnya anda mengantisipasi. Anak-anak jaman sekarang memang harus mengerti teknologi informasi atau internet, akan tetapi internet ibarat pisau bermata dua, jika salah menggunakan maka akan membuat celaka. Berikut tipsnya :

Gunakan Internet Explorer, karena relatif lebih aman karena ada fasilitas filter/blocknya. Berikut petunjuknya;
  • Pilih menu Tools, kemudian pilih Internet Options
  • Pilih tab Content, klik enable pada group menu Content Advisor
  • Pada tab rating akan Anda temukan slider yang berisi Language, Nudity, Sex dan Violence
  • Ukur tingkat kekasaran bahasa yang Anda perbolehkan dengan menggeser sliser language
  • Atau kalau Anda ingin mengukur kepornoan yang dapat ditoleransi silakan slide Nudity dan Sex
  • Untuk tingkat berita kekerasan dapt diatur dengan slide violence
  • Jika Anda ingin suatu nama situs porno untuk diblokir silakan plih tab pada Approved Situs.
  • Kemudian ketik link/URL situs tersebut pada textbox yang tersedia kemudian plih tombol 'never', dan Anda akan melihat list di bawah dengan tanda stop merah
  • Setelah selesai jangan lupa tekan tombol Apply
  • Kemudian Anda akan diminta untuk memasukkan password, isilah dengan cermat dan rahasiakan
  • Password ini akan digunakan ketika Anda hendak mengubah setting Content Advisor ini, hal agar orang lian tidak bisa mengubahnya termasuk anak/adik Anda
Bagaimana jika Anda menggunakan Opera Browser? masih bisa kok diblokir tapi browser ini tidak disertai password untuk mengubahnya. Berikut caranya :
  • Pada menu pilih tools, kemudian preferences
  • Pada menu samping kiri, pilih Content
  • Kemudian tekan tombol Block content
  • Nah di situ silakan Anda isikan URL/link yang hendak Anda blokir
Jika Anda menggunakan Mozilla Firefox, mmm sedikit susah untuk memblokir karena secara default firefox tidak menyertakan fitur blocking URL/sites. Tapi jangan kuatir anda bisa menambahkan dengan add-ons yang dapat di download di sini ( adblock ). Setelah Anda menginstallnya ikuti langkah berikut :
  • Pada menu tools, pilih Adblock Plus
  • Untuk menambahkan filter, silakan tekan tombol add filter
  • Isikan URL/link yang akan difilter
  • Jika sudah selesai tekan OK
Selamat Mencoba, semoga bermanfaat !

[+/-] Selengkapnya...