Udara pagi yang masih menusuk, dingin, tak membuat niatku kendur untuk lari pagi. Sejak sehari sebelumnya memang aku sudah meniatkan untuk berolah-raga. Maka kupersiapkan sepatu yang baru kubeli kemarin, karena sepatu olahragaku yang lama sudah tak layak untuk dipakai. Bukan karena kekecilan, tapi karena sol karetnya sudah terlepas dari bada sepatu.
Adzan subuh mulai terdengar saat aku mulai terbangun, kuambil wudlu dan kusujudkan kepalaku ke hadapan Sang Pencipta Pagi. Rasanya badan kurang fresh sejak sebulan yang lalu karena sudah jarang sekali olah raga. Apalagi sejak kejadian tabrakan seminggu kemaren, aku mulai mengurangi gerak kakiku karena menahan sakit 'aboh' pada beberapa bagian sendi dan jari.
Aku dan Son mulai menyusuri jalanan mleto, merapat di tepian jalan kecil tanpa trotoar. Melewati perempatan jl Kertajaya Indah Timur, terus ke timur, dan sampailah tujuanku ke wilayah kampus ITS. Di sepanjang jalan kulalui ternyata banyak juga beberapa orang ber-jogging ria atau mengayuh sepedah searah jarum putaran jarum jam yang semakin cepat berotasi pada porosnya. Belum sampai di gerbang kampus ITS, paru-paruku mulai terasa sesak dan nafasku terburu cepat seperti kantung balon yang mengembang kemudian kempis secara tiba-tiba. Betisku mulai merasa njarem berdenyut-denyut, efek seperti ini mungkin karena telah lama aku tidak berolah raga, sehingga otot-ototku yang biasa menahan beban dan gerak minimal tiba-tiba harus kerja keras dan beban grafitasi dari loncatan tubuhku. Lelah dan ngos-ngosan, lari berganti jalan santai, saat nafasku mulai teratur berlari lagi dan saat mulai terasa berat jalan lagi begitu seterusnya.
Setelah mencapai gerbang kampus ITS, kami mulai menapaki trotoar yang sering kali dijadikan jogging track beberapa orang yang sedang berolahraga. Disamping aman dari kendaraan yang berseliweran juga karena di kiri-kanannya ditumbuhi pohon-pohon yang cukup rindang, sehingga memudahkan mendapatkan kembali oksigen yan terbuang dari tubuh setelah bereaksi menjadi CO2, rasanyapun lebih segar. Setengah putaran tercapai, sedikit gerak senam aku lalukan untuk melemaskan sendi-sendi tubuhku selain kaki. Kuteruskan satu kali putaran mengelilingi taman alumni dan masjid, sementara Son masih bersenam ria.
Kulirik jam di handphoneku sudah menunjukkan pukul 7, entah lebih berapa menit, kurasa cukup olah raga hari ini, kamipun kembali ke rumah. Di tengah perjalanan kami mampir membeli sarapan bubur. Lelah sudah ketika sampai di rumah, masih sepi penghuni lain sepertinya masih tercekik mimpi yang melenakan.
Aku pernah ingat suatu pepatah yunani "Men Sana In Corpori Sano" yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, begitulah tujuanku. Suatu kali aku juga pernah melihat sebuah tayangan TV yang bertema kesehatan, seandainya orang tahu bahwa sehat itu mudah dan murah tentulah tak perlu banyak mengkonsumsi obat-obatan yang mahal karena sering sakit. Olahraga dan Istirahat yang cukup, begitulah pelajaran yang aku dapat. Sehat memang mahal, karena ketika kita kehilangan kesehatan maka berapa rupiah yang mesti harus keluar untuk kembali menjadi Sehat. Ayo berolahraga wujudkan Indonesia Sehat.
Adzan subuh mulai terdengar saat aku mulai terbangun, kuambil wudlu dan kusujudkan kepalaku ke hadapan Sang Pencipta Pagi. Rasanya badan kurang fresh sejak sebulan yang lalu karena sudah jarang sekali olah raga. Apalagi sejak kejadian tabrakan seminggu kemaren, aku mulai mengurangi gerak kakiku karena menahan sakit 'aboh' pada beberapa bagian sendi dan jari.
Aku dan Son mulai menyusuri jalanan mleto, merapat di tepian jalan kecil tanpa trotoar. Melewati perempatan jl Kertajaya Indah Timur, terus ke timur, dan sampailah tujuanku ke wilayah kampus ITS. Di sepanjang jalan kulalui ternyata banyak juga beberapa orang ber-jogging ria atau mengayuh sepedah searah jarum putaran jarum jam yang semakin cepat berotasi pada porosnya. Belum sampai di gerbang kampus ITS, paru-paruku mulai terasa sesak dan nafasku terburu cepat seperti kantung balon yang mengembang kemudian kempis secara tiba-tiba. Betisku mulai merasa njarem berdenyut-denyut, efek seperti ini mungkin karena telah lama aku tidak berolah raga, sehingga otot-ototku yang biasa menahan beban dan gerak minimal tiba-tiba harus kerja keras dan beban grafitasi dari loncatan tubuhku. Lelah dan ngos-ngosan, lari berganti jalan santai, saat nafasku mulai teratur berlari lagi dan saat mulai terasa berat jalan lagi begitu seterusnya.
Setelah mencapai gerbang kampus ITS, kami mulai menapaki trotoar yang sering kali dijadikan jogging track beberapa orang yang sedang berolahraga. Disamping aman dari kendaraan yang berseliweran juga karena di kiri-kanannya ditumbuhi pohon-pohon yang cukup rindang, sehingga memudahkan mendapatkan kembali oksigen yan terbuang dari tubuh setelah bereaksi menjadi CO2, rasanyapun lebih segar. Setengah putaran tercapai, sedikit gerak senam aku lalukan untuk melemaskan sendi-sendi tubuhku selain kaki. Kuteruskan satu kali putaran mengelilingi taman alumni dan masjid, sementara Son masih bersenam ria.
Kulirik jam di handphoneku sudah menunjukkan pukul 7, entah lebih berapa menit, kurasa cukup olah raga hari ini, kamipun kembali ke rumah. Di tengah perjalanan kami mampir membeli sarapan bubur. Lelah sudah ketika sampai di rumah, masih sepi penghuni lain sepertinya masih tercekik mimpi yang melenakan.
Aku pernah ingat suatu pepatah yunani "Men Sana In Corpori Sano" yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, begitulah tujuanku. Suatu kali aku juga pernah melihat sebuah tayangan TV yang bertema kesehatan, seandainya orang tahu bahwa sehat itu mudah dan murah tentulah tak perlu banyak mengkonsumsi obat-obatan yang mahal karena sering sakit. Olahraga dan Istirahat yang cukup, begitulah pelajaran yang aku dapat. Sehat memang mahal, karena ketika kita kehilangan kesehatan maka berapa rupiah yang mesti harus keluar untuk kembali menjadi Sehat. Ayo berolahraga wujudkan Indonesia Sehat.

![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://www.feedvalidator.org/images/valid-rss-jonathan.gif)

