20 April 2008

Lari Pagi

Udara pagi yang masih menusuk, dingin, tak membuat niatku kendur untuk lari pagi. Sejak sehari sebelumnya memang aku sudah meniatkan untuk berolah-raga. Maka kupersiapkan sepatu yang baru kubeli kemarin, karena sepatu olahragaku yang lama sudah tak layak untuk dipakai. Bukan karena kekecilan, tapi karena sol karetnya sudah terlepas dari bada sepatu.

Adzan subuh mulai terdengar saat aku mulai terbangun, kuambil wudlu dan kusujudkan kepalaku ke hadapan Sang Pencipta Pagi. Rasanya badan kurang fresh sejak sebulan yang lalu karena sudah jarang sekali olah raga. Apalagi sejak kejadian tabrakan seminggu kemaren, aku mulai mengurangi gerak kakiku karena menahan sakit 'aboh' pada beberapa bagian sendi dan jari.

Aku dan Son mulai menyusuri jalanan mleto, merapat di tepian jalan kecil tanpa trotoar. Melewati perempatan jl Kertajaya Indah Timur, terus ke timur, dan sampailah tujuanku ke wilayah kampus ITS. Di sepanjang jalan kulalui ternyata banyak juga beberapa orang ber-jogging ria atau mengayuh sepedah searah jarum putaran jarum jam yang semakin cepat berotasi pada porosnya. Belum sampai di gerbang kampus ITS, paru-paruku mulai terasa sesak dan nafasku terburu cepat seperti kantung balon yang mengembang kemudian kempis secara tiba-tiba. Betisku mulai merasa njarem berdenyut-denyut, efek seperti ini mungkin karena telah lama aku tidak berolah raga, sehingga otot-ototku yang biasa menahan beban dan gerak minimal tiba-tiba harus kerja keras dan beban grafitasi dari loncatan tubuhku. Lelah dan ngos-ngosan, lari berganti jalan santai, saat nafasku mulai teratur berlari lagi dan saat mulai terasa berat jalan lagi begitu seterusnya.

Setelah mencapai gerbang kampus ITS, kami mulai menapaki trotoar yang sering kali dijadikan jogging track beberapa orang yang sedang berolahraga. Disamping aman dari kendaraan yang berseliweran juga karena di kiri-kanannya ditumbuhi pohon-pohon yang cukup rindang, sehingga memudahkan mendapatkan kembali oksigen yan terbuang dari tubuh setelah bereaksi menjadi CO2, rasanyapun lebih segar. Setengah putaran tercapai, sedikit gerak senam aku lalukan untuk melemaskan sendi-sendi tubuhku selain kaki. Kuteruskan satu kali putaran mengelilingi taman alumni dan masjid, sementara Son masih bersenam ria.

Kulirik jam di handphoneku sudah menunjukkan pukul 7, entah lebih berapa menit, kurasa cukup olah raga hari ini, kamipun kembali ke rumah. Di tengah perjalanan kami mampir membeli sarapan bubur. Lelah sudah ketika sampai di rumah, masih sepi penghuni lain sepertinya masih tercekik mimpi yang melenakan.

Aku pernah ingat suatu pepatah yunani "Men Sana In Corpori Sano" yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, begitulah tujuanku. Suatu kali aku juga pernah melihat sebuah tayangan TV yang bertema kesehatan, seandainya orang tahu bahwa sehat itu mudah dan murah tentulah tak perlu banyak mengkonsumsi obat-obatan yang mahal karena sering sakit. Olahraga dan Istirahat yang cukup, begitulah pelajaran yang aku dapat. Sehat memang mahal, karena ketika kita kehilangan kesehatan maka berapa rupiah yang mesti harus keluar untuk kembali menjadi Sehat. Ayo berolahraga wujudkan Indonesia Sehat.

[+/-] Selengkapnya...

09 April 2008

Tertabrak -> Menabrak

Minggu, 6 April 2008

Dua minggu kemarin Kakakku memesan seperangkat alat 'samroh' katanya titipan atasannya. Karena Kakak sudah balik ke Cibinong, maka aku dititipi untuk mengambilnya untuk kemudian dipaketkan ke Kakak. Pagi ini aku mulai bersiap, aku merasa malas sarapan pagi padahal sudah disediakan Ibu sejak jam 6 pagi tadi. Kuajak temanku yang bertetanggan denganku untuk menemaniku, karena aku tak mungkin membawa sendiri peralatan itu meski beratnya tidak seberapa tapi memakan ruang dan mungkin terlalu sulit kalau aku bawa sendiri. Kulihat jam 9 pagi saat aku mulai menstarter sepeda motor yang kunaiki.

Dengan laju kira 70 Km/jam menggenjot sepeda motorku, 10 menit kemudian aku harus mampir dulu ke ATM BCA Jombang karena sisa pembayaran dari Kakak ditransfer ke rekeningku. Tak terlalu menunggu karena ATM di kota kecil ini mungkin tak banyak orang yang menggunakan. Kuambil 2 lembar ratusan ribu saja, karena kekurangan yang mesti kubayarkan hanya 175 ribu rupiah.

Selesai urusanku di ATM itu kupacu lagi sepeda motorku dengan kecepatan yang sama seperti saat aku berangkat. Kali ini perjalananku kuteruskan ke arah barat kota jombang, sekitar 15 menit sampai juga tujuanku di Desa Pagerwojo Kecamatan Perak. Ya, di daerah sinilah aku akan mengambil pesanan Kakak. Dan mungkin satu-satunya kerajinan alat terbang, samroh, banjari dan sebangsanya yang ada di wilayah Kabupaten Jombang, kalaupun ada yang lain mungkin tak setenar di tempat ini.

Setelah melewati pasar kecamatan Perak, aku berbelok ke arah kanan. Kira-kira 50 meter kulihat plang yang menunjukkan tempat yang akan kutuju. Tapi sebelum 10 meter ada sebuah perempatan kecil yang sepi, kupelankan laju sepeda motorku. Kulihat ada pengendara lain dari arah lain tepatnya dari arah kananku, aku bermaksud memberi jalan kepadanya tapi kulihat dia malah berhenti, akhirnya kuteruskan jalanku. Kurang dari 10 detik, dia tiba-tiba melaju ke arahku maka tak ayal aku tertabrak di bagian samping kanan belakang motorku. Aku berusaha mengendalikan sepeda motorku, mesti tak terlalu keras tabrakan itu tapi aku tetap tidak bisa menghidari daya momentum yang menghantam bagian belakang sepeda motor. Kendali oleng ke kiri, tiba-tiba "brak.." terpaksa aku menyeruduk tiang telepon yang berdiri tegak di pojok kanan perempatan. Meski tak jatuh dari sepeda motorku, aku merasakan denyutan ngilu di kaki kiri dan dengan lecet-lecet darah di beberapa bagian kakiku. Kuraba bagian betis dan mata kakiku yang kini membengkak sebesar bola bekel, wuih.. sakitnya. Kuparkir sepeda motorku, kemudian banyak orang berkerumun di sekitarku, beberapa orang menawariku minum dan memberiku antiseptik 'bethadine'. Sepeda motorku pun bengkok pada bagian spion dan versneleng. Kulihat lawan tabrakanku sama nasibnya denganku. Karena kesalahan yang tidak disengaja kami sepakat tidak ada tuntutan di antara kami. Akupun pulang dengan masih menahan rasa sakit.

Karena insiden ini rencanaku mengunjungi pernikahan temanku di Sooko Mojokerto kubatalkan, begitu juga niatku mengantar Ibuku nyambangi Adikku di Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri terpaksa tidak bisa kupenuhi. Rencanaku mengirimkan paketan Kakak pun tertunda dan baru kukirimkan lewat Elteha pada hari selasa. Alhamdulillah ketika blog ini ditulis kondisi kakiku sudah berangsur pulih.

[+/-] Selengkapnya...

02 April 2008

Berinternet Ria (2) Konfigurasi Squid di atas mesin Windows

Aku pernah berjanji akan mengulas tentang squid pada blog ini. Nah kali ini akan aku sedikit bercerita seputar squid, ya sekedar yang aku tahu dan aku pahami. Squid adalah salah satu jenis proxy yang paling populer karena beberapa keunggulan, antara lain :
  • Full fitur web proxy
  • Di desain untuk system Unix dengan kehandalan dan keamanan yang terjamin
  • Dapat diinstall pada mesin Unix dan juga Windows
  • Gratis dan Open Source
Disamping itu Squid support beberapa hal berikut :
  • Proxy dan cache untuk HTTP, FTP, Gopher dan URL lain
  • Proxy untuk SSL
  • Hirarki Cache (Cache bertumpuk)
  • ICP, HTCP, CARP, Cache Digets
  • Transparent Proxy
  • WWCP ( Squid V2.3 dan versi terbaru)
  • Akselerasi HTTP server
  • SNMP
  • Cache untuk DNS Lookup
Karena aku masih pemakai Windows alias Winuser (windows user), maka ceritaku adalah tentang install dan konfigurasi squid di atas mesin Windows. Sebelumnya tentunya harus mendownload file squid, coba pada link berikut http://www.acmeconsulting.it/SquidNT/ atau cari official website-nya dengan url http://www.squid-cache.org/. Bisa juga di-search di http://sourceforge.org. Pilih squid dengan versi terbaru, akan lebih baik jika yang versi Release/Stable diabnding versi Beta ato RC (release candidate). Karena versi Release atau Stable jauh lebih stabil dan kemungkinan bug-nya kecil karena sudah di try-out oleh beberapa user dan fix bugnya sudah lebih baik. Ketika mendapatkan file download-annya biasanya file berupa bentuk compress berupa zip/rar/tar.gz. Ekstrak-lah pada folder dimana squid akan di install, misal pada drive C: folder squid.

Setelah diekstrak, kita akan menemukan beberapa folder berikut :
  • bin, merupakan folder utama yang berisi file executable squidclient
  • docs, berisikan dokumentasi squid
  • etc, file-file konfigurasi disimpan di folder ini termasuk file squid.conf
  • libexec, berisikan library executbale
  • sbin, terdapat file executable squid
  • share, berisi kode error dan icons
  • system32, terdapat file library untuk API
  • var, file log dan cache disimpan pada folder ini
Untuk melakukan instalasi dan pembuatan cache kita harus masuk dalam command prompt. Jalankan 'cmd' pada menu Run. Pastikan jendela hitam dengan kursor yang berkedip telah terbuka dengan sempurna. Kemudian masuk pada folder squid dimana ketika diekstrak, buka sampai pada folder sbin. Sebelum squid bisa digunakan tentu harus dicreate dulu file swap yang nanti digunakan untuk menyimpan cache squid. Jalankan command berikut :
squid -z
Untuk install squid sebagai Windows service ketikkan command berikut :
squid -n squid -i
Jika ingin log squid masuk pada syslog Windows jalankan command berikut :
squid -n squid -s

Nah kali ini kita sudah berhasil menginstall squid secara sederhana dengan konfigurasi file default

Untuk mengkonfigurasi squid seperti yang dikehendaki, edit file squid.conf yang terdapat pada folder etc. Beberapa bagian penting yang perlu diketahui adalah :

http_port [port]
Contoh: http_port 3128
Ini menunjukkan nomor port yang dipakai untuk menjalankan squid. Nomor port ini akan dipakai untuk berhubungan dengan client dan peer. Secara default akan berisi angka 3128. Angka 8080 adalah angka yang lazim digunakan, bisa diubah dengan nilai yang lain.

icp_port [port]
Contoh: icp_port 3130
ICP (Internet Cache Protocol) dipakai untuk berkomunikasi dengan peer. Nomor port ini default . tidak perlu diubah kecuali akan berkomunikasi dengan peer yang nomornya selain 3130

dns_namesserver [ip_address] [ip_address] ...
Contoh: dns_nameservers 202.134.0.10 202.134.0.155 203.130.196.155
Digunakan untuk menentukan dns namesserver yang akan dilookup pertama kali, secara terurut dari kiri ke kanan jika tidak ditemukan

cache_mgr [email_address]
Contoh: cache_manager zaqi.smart@gmail.com
Jika squid mati, maka email akan dikirimkan ke email yang ditentukan tersebut. Email ini juga akan nampak pada halaman user ketika terjadai error, misal webiste tidak ditemukan

visible_hostname [host]
Contoh: visible_hostname laron
Host ini akan tampil saat squid memunculkan pesan-pesannya pada browser user

hierarchy_stoplist [pola1] [pola2]
Contoh: hierarchy_stoplist cgi-bin ?
Sintaks ini menyatakan apa yang harus tidak diminta dari cache melainkan langsung dari server yang bersangkutan

cache_mem [jumlah_memory] (bytes)
Contoh: cache_mem 256 MB
Ukuran maksimal yang digunakan memori untuk menyimpan cache

maximum_object_size [jumlah_memory] (bytes)
Contoh: maximum_object_size 256 KB
menentukan ukuran maximum object cache yang dapat disimpan

minimum_object_size [jumlah_memory] (bytes)
Contoh: minimum_object_size 256 KB
menentukan ukuran minimum object cache yang dapat disimpan

coredump_dir [direktori]
Contoh: coredump_dir c:/squid/var/cache
digunakan untuk menentukan dimana cache pertama kali akan disimpan pada suatu folder

cache_dir [tipe]/cache [ukuran] [jumlah_dir_tk1] [jumlah_dir_tk2]
Contoh : cache_dir ufs/cache 512 16 256
Sintaks ini menjelaskan direktori cache yang akan dipakai. Pertama jenis file sistem pada contoh ini diisi dengan ufs (unix file sistem) yang merupakan tipe default . lalu cache adalah nama direktorinya. Ukuran /cache sebesar 512MB lalu 16 dan 256 adalah jumlah direktori yang terdapat di dalam /cache pada level 1 dan 2. Artinya di bawah direktori /cache terdapat 16 direktori dan masing-masing mengandung 256 direktori lagi. Direktori utama /cache harus dibuat manual sedangkan direktori yang terdapat di bawahnya dibuat oleh squdi. Jangan lupa untuk mengubah owner dari direktori /cache menjadi kepunyaan user dan group squid.

access_log [path_file] [tipe]
Contoh : access_log c:/squid/var/logs/access.log squid
Digunakan untuk menentukan dimana log access disimpan. Pada contoh di atas access log disimpan pada file c:/squid/var/logs/access.log dengan format squid

cache_log [path_file]
Contoh : cache_log c:/squid/var/logs/cache.log
Sintaks ini menjelaskan dimana log ketika cache dibuat akan disimpan

logfile_rotate [jumlah]
Contoh: logfile_rotate 10
Digunakan untuk menentukan jumlah file log yang akan terus menerus dipertahankan di harddisk. Artinya nanti di direktori log akan terdapat file access.log s/d access.log.10, begitu juga cache.log dan store.log

acl [nama] [opsi] [ip_address] [ip_address]
Contoh: acl localnetwork0 src 127.0.0.0/8
acl localnetwork1 src 192.168.1.0/24
acl to_localhost dst 127.0.0.1/255.255.255.255

Acl (access control list) mempunyai jenis yang beragam dan banyak kegunaannya. Jenis acl lengkapnya dapat dilihat pada squid.conf.default, yang pada contoh di atas jenis yang dipakai src dan dst. Jenis src menyatakan source dari ip address dan dst menyatakan destination tuju ip address. IP address yang ditampilkan lengkap dengan bit mask. Acl akan selalu berhubungan dengan http_access dan atau icp_access. Acl ini sebenarnya banyak sekali kegunaan untuk blocking dan filter, seperti blocking situs porno atau membatasi pemakaian pada jam-jam tertentu. Tentu akan panjang sekali jika harus diceritakan lebih detil di sini. Mungkin lain kali aku bercerita lebih detil, lebih luas dan lebih dalam.

Nah berikut ini adalah potongan dari konfigurasi squid yang ada di mesin Windows-ku semoga bermanfaat.

http_port 3128 transparent
dns_nameservers 202.134.0.10 202.134.0.155 203.130.196.155
cache_mgr zaqi.smart@gmail.com
visible_hostname laron
cache_dir ufs c:/squid/var/cache 512 16 256
coredump_dir c:/squid/var/cache
cache_mem 256 MB
maximum_object_size 256 KB
minimum_object_size 4 KB
dns_testnames localhost
logfile_rotate 10

access_log c:/squid/var/logs/access.log squid
cache_log c:/squid/var/logs/cache.log

negative_ttl 2 minutes
refresh_pattern windowsupdate.com/.*\.(cab|exe) 4320 100% 43200 reload-into-ims
refresh_pattern download.microsoft.com/.*\.(cab|exe) 4320 100% 43200 reload-into-ims
refresh_pattern au.download.windowsupdate.com/.*\.(cab|exe) 4320 100% 43200 reload-into-ims
acl Query urlpath_regex cgi-bin \?
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl PURGE method PURGE
acl to_localhost dst 127.0.0.1/255.255.255.255
acl SSL_ports port 443 563 5050-5100 6000-7000
acl Safe_ports port 80 21 443 563 70 210 210 1025-65535 280 488 591 777 5050-5100 6000-7000 9000
acl CONNECT method CONNECT
acl GET method GET
acl POST method POST
acl localnetwork0 src 127.0.0.0/8
acl localnetwork1 src 192.168.1.0/24

http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access deny blocking
http_access deny CONNECT blocking
http_access deny GET blocking
http_access deny POST blocking
http_access deny PURGE
http_access allow PURGE localhost
http_access allow localnetwork0
http_access allow localnetwork1
no_cache deny QUERY
http_access deny all
http_reply_access allow all
icp_access deny all

hierarchy_stoplist cgi-bin ?
refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern . 0 20% 4320

digest_generation on
digest_bits_per_entry 10
digest_rebuild_period 30 minute
digest_rewrite_period 30 minute
digest_swapout_chunk_size 6000 bytes
client_persistent_connections on
server_persistent_connections on
pipeline_prefetch on
store_dir_select_algorithm round-robin
nonhierarchical_direct off
prefer_direct off

log_icp_queries off
buffered_logs on

[+/-] Selengkapnya...

01 April 2008

Jalan Sehat Muludan

Jum'at 21 Maret 2008

Pagi yang cerah meski masih terasa dingin menusuk tulang aku harus bangun dan memulai sesuatu yang kurancang dan kupersiapkan sejak seminggu ini. Kulihat diatas dinding masjid Jam telah menunjukkan pukul 6.30 WIB tepat, dan anak-anak kecil mulai berdatangan berkumpul di depan masjid. Ya, hari ini kami, TPQ At-Taqwa hendak mengadakan acara jalan sehat sekaligus beberapa kegiatan outdoor lainnya. Kupikir tidak salahnya sekali-kali mengadakan kegiatan yang menyenangkan dan menghibur. Dengan kegiatan ini aku berharap menumbuhkan semangat belajar, percaya diri, kerjasama tim, disiplin, sehat dan cerdas.

Kulihat wajah-wajah lucu santri TPQ datang dengan penih ceria dan antusias datang satu per satu memenuhi halaman masjid dusun ini. Setelah 15 menit menunggu beberapa peserta lain yang mungkin datang terlambat. Dan kurasa sudah cukup santri yang datang kira-kira 40-an anak. Kemudian aku berbisik dengan ibuku yang merupakan pimpinan TPQ ini dan para ustazdah lain, aku siap memimpin acara ini.
"Ok, anak-anak, sekarang semua berbaris"
"Siap...... grak", teriakku memberi aba-aba
beberapa anak-anak berdesak-desakan membetulkan barisannya, dibantu beberapa ustadzah agar terlihat rapi dan siap. Akupun menunjukkan rute perjalanan yang akan ditempuh.
Dengan sekali cepretan kamareku, aku ingin mengabadikan momen kali ini. Siapa tahu kelak akan jadi kenangan untukku dan TPQ ini.

Tepat pukul 06.45, kami berangkat dengan rute mengelilingi jalanan dusun ini. Dan para ustadzah meramaikan dengan bernyanyi bersama. Kudengar suara penuh semangat dari anak-anak lucu itu
"Sholat Subuh dua rokaat..."
"Sholat Dhuhur empat rokaat..."
"Sholat Ashar empat rokaat..."
itulah sebagian dari nyanyian yang mungkin sedikit lebih mirip teriakan bising anak-anak kecil yang penuh semangat. Aku merasa senang dan salut akan semangat laskar kecil ini meski udara dingin menerpa, bahkan dalam rutenya melewati jalanan persawahan yang yang sedikit becek dan berhembus angin yang cukup kuat. Beberapa kali laskar kecil itu berjingkat-jingkat menghindari jalanan yang becek dan menghindar dari air yang ngecembeng. Kulihat di tepi jalanan, banyak orang-orang yang akan menuju ke sawah memandangi aksi kami, mungkin mereka merasa senang karena anaknya ikut bersama kami dalam aksi ini. 15 Menit sudah kami jalanani jalan sehat ini, akhirnya kami ngepos di depan sekolah SD di dusun kami. Di tempat inilah dulu aku belajar menulis, membaca dan berhitung.

Segera kusiapkan barisan anak-anak itu, kemudian kami memulai senam kecil untuk meregangkan otot dan melemaskan tubuh. Setelah itu dengan tangan terkepal aku mengintruksikan agar semua anak mengangkat tangan dan berteriak
"Aku bisa.."
"Aku anak baik.."
"Aku anak sholeh..."
"Aku anak pintar..."
Dengan teriakan ini aku ingin agar mereka ingat dalam otak mereka bahwa mereka bisa melakukan apapun, menjadi anak baik, anak sholeh dan pintar. Aku ingat ketika aku membaca suatu buku, bahwa untu membentuk anak yang kelak menjadi anak yang hebat maka tanamkan nilai positif dalam otak mereka sejak mereka masih kanak-kanak. Entahlah cara ini berhasil atau tidak, setidaknya aku mencoba menanamkan dalam diri dan otak mereka bahwa mereka seperti apa yang mereka teriakkan.

Setelah senam selesai, kami beristirahat sebentar dengan makan jajajan pasar dari apa mereka kumpulkan sebelumnya dan minum segelas air mineral kemasan. Seperti ketika aku kecil dulu ketika ada acara muludan maka aku harus mengumpulkan jajanan pasar terserah apapun dan berapapun jumlahnya, kemudian guru akan membagi-bagi dengan campuran beberapa jenis jajanan yang berbeda dari yang sudah dikumpulkan anak-anak lain juga. Dulu aku pernah merasa iri kenapa aku bawa jajan banyak kok dapatnya sama dengan teman yang lain, aku protes pada guruku tapi guruku tak pernah memusakanku dengan jawabannya. Sekarang aku tahu bahwa bukan apa yang aku bawa maka aku akan mendapatkan yang sama, tapi kita harus berbagi dengan teman-teman yang lain yang mungkin ada yang membawa sedikit atau bahkan ada yang tidak membawa. Dan dengan kombinasi jajanan yang tidak sama kurasa kita bisa merasakan sesuatu yang berbeda dan tentunya tidak membosankan, bayangkan seandainya aku membawa 1 kg rambutan kemudian dapat 1 kg rambutan tersebut kembali tentu aku akan merasa enek dan blenger. Maka, kali ini aku harus memberi pengertian kepada mereka santri-santri kecil tentang hal ini. Dan kujelaskan bahwa kita ini hidup bersama di tengah masyarakat maka saling berbagi dan bekerjasama akan membuat hidup kita lebih baik dan bahagia.

Acara break cukup 15 menit, kemudian dilanjutkan acara permainan. Permainan awal yang kami lakukan adalah lomba lari balon yang diikuti 2 orang dalam satu tim, dimana balon dibawa diapit oleh perut kedua peserta. Teriakan sorak-sorai menyemangati peserta dan sesekali tertawa lucu karena ada beberapa peserta yang jatuh. "Hore... menag.." teriak anak yang memenangkan perlombaan ini, dan mereka berhak atas hadiah jajanan kecil yang telah kami siapkan seblumnya. Permainan kedua adalah nyanyian sholat kumpul, kami bernyanyi tentang sholat kemudian saat penyebutan nama sholat terakhir maka peserta harus segera berangkulan berebut keompok dengan jumlah sesuai jumlah rokaatnya. Jika ada anak yang tidak kebagian kelompok atau salah jumlah kelompoknya maka akan dihukum dengan bernyanyi atau mengahafalkan doa sehari-hari. Wuih... serunya, terikan sorak semangat menyertai permainan yang semakin asyik. Permainan berikutnya tebak kata, kami sudah siapkan kartu-kartu kecil bertuliskan huruf abjad dan huruf hijaiyah serta beberapa tulisan arab. Dengan diikiuti dua kelompok dimana jumlah kelompok sama persis dengan jumlah huruf jawaban dari soal yang diberikan. Setiap 1 orang dari masing-masing kelompok bertanding menemukan hurufnya, jika sudah ketemu secara estafet dilanjutnya peserta lainnya dari kelompoknya sampai ketemu seluruh hurufnya, maka barang siapa yang lebih cepat menemukannya maka kelompoknyalah pemenangnya. Dan kelompok pemenang tentu berhak atas hadiahnya. Perlombaan terakhir kali ini adalah tanya jawab cepat, diberikan sebuah pertanyaan dan seluruh santri berhak untuk menjawab dengan mengacungkan tangan terlebih dulu. Pertanyaan yang diberikan tentang sejarah nabi, rukun islam, rukun iman dan ilmu Al-Qur'an seperti tajwid atau arti sebuah kata. Mmmm, benar-benar penuh antusias setiap kali pertanyaan diberikan mereka berebuta mengacungkan tangan.

Sekitar jam 9.15 WIB acara harus kami akhiri karena terik matahari sudah terasa panas dan beberapa santri merengek-rengek minta pulang. Sebelum pulang aku mengajak semua santri harus membersihkan semua sampah yang ada di sekitarnya baik berupa bungkus jajanan ataupun gelas plastik air mineral yang mereka minum. Cukup sudah kelelahan kami rasakan, dan istirahat adalah pilihan yang tepat. Segera kububarkan acara dan semuanya pulang ke rumahnya sendiri-sendiri. Akupun pulang dan kuselonjorkan kakiku sambil menonton televisi sampai lelap menutup mataku dan terbangun saat adzan sholat jum'at berkumandang.

Ya Allah berilah keberkahan dan kemanfaatan atas apa yang kami kerjakan hari ini. Amien.

[+/-] Selengkapnya...

Mudik Muludan

20 Maret 2006,

Sepeti kebanyakan banyak orang bahwa hari libur ini yang jatuh pada tanggal 20-23 Maret merupakan libur panjang, bagiamana tidak biasanya libur mungkin 1 atau 2 hari saja (sabtu-minggu), tetapi pada pekan ini libur 4 hari secara berturut-turut. Dan karena banyak
orang yang mempunyai anggapan sama, termasuk aku, bahwa libur panjang lebih terasa nikmat jika dihabiskan berkumpul bersama keluarga dan sanak-famili di desa, maka fenomena mudik merupakan hal yang umum terjadi.

Kamis, 20 Maret 2008 aku sudah merencanakan berangkat mudik ke kampung jauh seminggu sebelumnya. Kupikir aku akan berangkat pagi-pagi sekali, agar tidak terlalu padat di angkutan umum. Tapi Rabu sore, sehari sebelum rencana pulang kampung aku menerima telepon dari Zamroni. Dia ingin mengajak barengan ke Tulungagung sementara aku ke Jombang. Ya, tak ada salahnya, toh searah bisnya. So, aku rencanakan berangkat mungkin agak siang sedikit, menunggu kedatangan kereta yang ditumpanginya dari Jakarta yang ditempuhnya sampai stasiun pasar turi selama beberapa jam lamanya, dan pagi pada hari Kamis dia sudah sampai. Seperti dugaanku, karena dia menaiki kereta Gumarang, mungkin sekitar jam 7 pagi dia baru sampai di Surabaya. Dan ketika kuhubungi ke HP-nya tepat juga dai mulai merapat ke stasiun pasar turi pada jam 7. Aku dan Zam janjian ketemuan di Bungurasih saja, dan memintaku
membawakan kotak/dus ponselnya yang pernah dititipkan padaku.

Tepat jam 7 setelah mandi dan tanpa sarapan pagi, aku menunggu bemo line P yang akan
membawaku ke terminal joyoboyo. 15 menit kemudian, wess... aku melambaikan tangan pada bemo itu, tapi o lalala... ternyata telah penuh sesak, lewat sudah satu bemo tanpa menghiraukanku. Oke lah aku masih menunggu bemo yang lain, mmm sudah hampir sejam.
Wessss, kali ini kulambaikan pada bemo lain yang sedang lewat, tapi sekali lagi aku hanya dilewati dan tangan Cak sopir melambai memberi tanda bahwa bemonya telah penuh. Rupanya, karena fenomena mudik itulah aku menduga bemo itu telah penuh di Gebang, karena bemo itu melewati kampus ITS, dan aku yakin banyak mahasiswa yang pulkam juga. Baiklah aku tak mau menunggu terlalu lama bemo satu-satunya trayek yang lewat di depan rumah kontrakanku, aku gak enak Zam menungguku terlalu lama di Bungur. Akupun berjalan sekitar 100 M ke arah timur, mungkin di perempatan itu banyak bemo dengan trayek lain yang lebih banyak. Belum 10 menit, aku menemukan sebuah bemo RBK yang sedang tak banyak menganggkut penumpang.
Lambaian tanganku menyetop laju bemo tersebut, akhirnya dapat juga angkutan, tapi aku harus merubah jalur kepulanganku yang biasanya berangkat dari terminal Joyoboyo sekarang melewati terminal Bratang. Tak lebih dari 10 menit aku sudah sampai di terminal bratang, kulihat beberapa orang telah berebut masuk ke dalam sebuah bis kota jurusangan Bungurasih. Akupun mempercepat langkah menuju bis tersebut, dan saat kumulai masuk kulihat bis telah penuh sesak penumpang bahwa tak ada samasekali bangku kosong, terpaksa kali ini aku berdiri bergelayutan di tengah bis yang mulai berjalan pelan menuju Terminal Bungurasih.

Setibanya di Bungurasih, aku langsung menuju depan Masjid seperti kesepakatanku dengan Zam kita ketemua di tempat itu. Celingak-celinguk tak kulihat batang hidung Zam, kucoba SMS menanyakan posisinya. Ternyata dia masih dalam perjalanan bis kota, maklum jalanan macet mungkin agak lama katanya. Okelah aku menunggu beberapa menit sampai akhirnya sampai juga. Kami langsung saja mencari tempat dari deretan bus yang telah banyak dikerubuti calon penumpang. Rupanya memang sudah kelewat siang, sehingga calon penumpang sudah begitu banyaknya saling berebut, bahkan ketika bus hendak menurunkan penumpang sudah diserbu beratus-ratus orang. Kupikir tak mungkin rasanya menunggu ada tempat duduk kosong saat ini. Maka tak ada pilihan, lagi-lagi mesti berdiri bergelayutan di dalam bis.

Jalanan mulai ramai dengan banyak kendaraan roda 2 dan 4, seakan mereka satu arah tujuan yakni keluar dari Kota Surabaya. Tak heran kiranya kemacetan terjadi di mana-mana, dan bis yang kutumpangi hanya mampu merayap seperti semut besar diantara berjajar semua kecil
yang berebut jalan menuju lorong keluar. Bis yang membawaku keluar kota Pahlawan ini adalah Bis Akas, meski dilengkapi dengan fasilitas AC tetap saja hawanya terasa panas karena banyaknya penumpang yang berjubel bahkan saking panas beberapa penumpang kecil (bayi) meraung-raung merasa kegerahan. Kasihan juga melihatnya, tapi bagimanapun juga aku tak bisa berbuat apapun, bahkan Ibunya hanya mengipas-ngipaskan selembar kertas untuk membuat sejuk anaknya. Tapi tetap saja hawa panas ini tetap terasa. Akhirnya perjalananku mudik yang biasa ditempuh dalam waktu +- 2 Jam, kin lebih dari 3 jam. Alhamdulillah sampai juga
di terminal Mojogaung dengan keringat yang bercucuran karena kepanasan.

Di setiap tahun dan setiap kali mudik selalu dan selalu terjadi berbagai masalah transportasi. Kemacetan, penumpang yang penuh dan harga tiket yang tidak wajar selalu menjadi topik utama. Belum lagi masalah kenyamanan dan keamanan penumpang yang selalu terancam. Mungkin saatnya negara ini mempunyai sistem transportasi masal yang murah, nyaman dan aman. Kemacetan seringkali disebabkan banyak kendaraan yang berkeliaran di jalanan, terutama kendaraan pribadi, juga kesadaran akan ketertiban lalu lintas. Bayangkan, hanya mengangkut 1 orang saja harus menggunakan mobil, berapa meter jalanan yang dipakai. Jika banyak orang mempunyai mobil pribadi maka tentu macet adalah masalah utamanya. Maka sangatlah tepat di Jakarta menerapkan 3 in 1 road, tapi lagi-lagi karena mental masayarakat kita yang buruk selalu ada jalan untuk mengakali peraturan, semisal dengan adanya joki 3 in 1. Belum lagi soal roda 2 yang sering mengebut dan seringkali menerobos rambu dan lampu lalu lintas. Sungguh ironis sekali terkadang keselamatan disepelekan dibanding keinginan cepat sampai tujuan. Berbagai alasan utama yang sering kali dikeluhkan pemakai kendaraan pribadi karena angkutan umum mahal, tidak nyaman dan jauh dari aman. Bayangkan bagaimana tidak mahal, setiap kali hari raya, hari libur panjang bahkan ketika malam minggu pemilik angkutan umu dengan seenaknya menaikkan tarif yang mungkin bisa melebihi batas wajar. Jikapun tidak, mungkin kalah dengan calo ketika kita harus menggunakan kereta api, dan harganya akan bisa 3 kali lipat jika kita membeli dari calo. Kenyamanan seringkali diabaikan di angkutan umum jenis bemo dan bis, lihatlah tempat duduknya yang sudah reyot, bodinya penyok sana-sini dan suara mesin yang mendesing keras tetap saja digunakan asal jalan katanya. Aman apalagi, jauh rasanya dan bukan lagi rahasia kalau angkutan umum seringkali ada copet, jambret dan sebangsanya. Belum lagi terkadang sopir yang ugal-ugalan, seperti sebuah kelakar kuno "murah kok minta selamat".

Seperti lingkaran setan persoalan transportasi negara ini, selalu masalah dan masalah. Kira-kira kapan ya kita mempunyai transportasi masal yang murah, nyaman dan aman?

[+/-] Selengkapnya...